Universitas Tadulako tegaskan komitmen dukungan swasembada pangan
Universitas Tadulako tegaskan komitmen dukungan swasembada pangan
Kamis, 20 Agustus 2026 17:40 WIB
Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu Prof. Dr. Amar (kiri) bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan), dalam kegiatan Dies Natalis Ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Kampus Untad Palu, Kamis (20/8/2026). (ANTARA/Fauzi Lamboka)
Palu (ANTARA) - Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah menegaskan komitmen untuk mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.
"Bagi Untad, ketahanan pangan bukan hanya sebuah wacana. Untad sudah bergerak, pada tahun 2025, Untad sudah mengambil bagian dalam program swasembada pangan," kata Rektor Untad Prof Amar di Palu, Kamis.
Penegasan itu disampaikan rektor di hadapan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam kegiatan Dies Natalis Ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Kampus Untad Palu.
Dia menjelaskan program itu dalam bentuk penanaman jagung serentak, dan pemanfaatan lahan perhutanan sosial di Kabupaten Sigi. Kegiatan itu mempertemukan pemerintah, kampus, mahasiswa dan masyarakat dalam satu semangat membangun kemandirian pangan dari daerah.
Kemudian, di 2026 program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi Untad Palu dengan Univesritas Gajah Mada (UGM) di Kabupaten Donggala, dengan salah satu tema adalah ketahanan pangan.
"Bagi Untad, mahasiswa bukan hanya belajar di ruang kelas. Tetapi bagaimana mahasiswa menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat," katanya.
Dia mencontohkan beberapa produk hasil riset dari Untad, untuk mendukung ketahanan pangan diantaranya Melon Premium Smart Farming, dikembangkan dengan metode rumah kaca dan hidroponik, ukuran 300 meter persegi dengan potensi keuntungan Rp25 juta setiap tiga bulan.
Kemudian, semangka berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of things, untuk pemantauan kelembaban tanah, suhu, dan kualitas lingkungan pada tanaman di lahan. Tanaman ketimun yang dikembangkan untuk kebutuhan kawasan industri IMIP, sebagai wujud kolaborasi kampus, masyarakat dan industri dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
Selain itu, ada pula padi lokal atau padi gogo, dimana riset mengenai jalur padi lokal, karakter agronomis, cekaman hingga peningkatan produktivitas.
"Inilah gambaran pertanian masa depan yang ingin dibangun, yakni pertanian yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, data dan nilai tambah bagi petani," katanya.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026