Istanbul (ANTARA) - Sekitar 3,7 juta anak di Afghanistan mengalami wasting atau gizi buruk akut termasuk sekitar satu juta anak yang mengalami malnutrisi akut berat yang mengancam jiwa mereka, demikian menurut UNICEF, Selasa (25/8).
UNICEF (United Nations Children's Fund) adalah badan atau program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus memberikan bantuan kemanusiaan serta kesejahteraan jangka panjang untuk anak-anak dan ibu di seluruh dunia.
Perwakilan UNICEF di Afghanistan Tajudeen Oyewale mengatakan hampir 40 persen anak yang dirawat di rumah sakit karena gizi buruk disertai komplikasi medis merupakan bayi berusia di bawah enam bulan.
Jumlah kasus malnutrisi akut berat yang disertai komplikasi medis meningkat sepertiga, dari 6.000 kasus pada Juli 2025 menjadi 8.000 kasus pada Juli 2026, katanya.
“Di sejumlah wilayah Afghanistan bagian selatan, beberapa rumah sakit kini menangani tiga atau empat anak yang mengalami malnutrisi berat untuk setiap tempat tidur yang tersedia,” kata Oyewale.
UNICEF mengatakan separuh anak di Afghanistan hidup dalam kondisi kemiskinan pangan anak yang parah, yang berarti mereka hanya mengonsumsi makanan dari paling banyak dua kelompok pangan setiap hari.
Oyewale mengatakan kekeringan yang terjadi selama bertahun-tahun, hujan deras yang merusak, dan banjir bandang semakin memperburuk kondisi tersebut, ditambah ketidakstabilan regional yang berdampak pada perdagangan lintas perbatasan dan mata pencaharian masyarakat.
Sebanyak enam juta orang, lebih dari separuh di antaranya anak-anak, telah kembali ke Afghanistan sejak 2023. Kondisi tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap lapangan pekerjaan, sumber daya rumah tangga, serta layanan kesehatan dan gizi, katanya.
UNICEF mengatakan lebih dari 100 fasilitas yang menangani anak-anak dengan gizi buruk akut telah ditutup tahun ini dibandingkan dengan 2025 akibat keterbatasan sumber daya.
Ratusan pusat layanan lain yang menyediakan dukungan gizi bagi anak-anak serta ibu hamil dan menyusui yang mengalami malnutrisi juga kehilangan pendanaan, tambah UNICEF.
Respons Sektor Gizi di Afghanistan menghadapi kesenjangan pendanaan sebesar 57 persen. Sementara itu, program gizi UNICEF yang membutuhkan sekitar 180 juta dolar AS tahun ini baru memperoleh pendanaan sebesar 22 persen, menurut badan tersebut.
“Justru pada saat kebutuhan meningkat, layanan yang tersedia bagi anak-anak berkurang akibat pemotongan pendanaan,” kata Oyewale.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Primayanti
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.