Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero menjajaki kolaborasi penelitian untuk mengatasi penyakit darah pisang yang mengancam produktivitas petani di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Rektor IFTK Ledalero Prof Dr Otto Gusti Ndegong Madung, SVD di Kupang, Kamis, mengatakan penyakit darah pisang menjadi persoalan serius bagi petani di Flores karena menyebabkan tanaman mati dan gagal menghasilkan buah, sehingga membutuhkan penelitian untuk mengidentifikasi penyebab serta merumuskan langkah penanganan yang efektif.
“Di Flores, kami menghadapi persoalan penyakit darah pisang. Banyak tanaman pisang yang mati, tidak berbuah, sehingga perlu penelitian untuk mengetahui apa penyebabnya. Kami berharap keterlibatan perguruan tinggi dalam riset berbasis persoalan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” katanya dalam audiensi bersama pimpinan Undana di Kupang.
Baca juga: Hama "Panama" ancam pisang di seluruh dunia
Menurut Otto, kolaborasi perguruan tinggi perlu diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, sehingga hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah.
Wakil Rektor IV Undana Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Prof Dr Philiphi de Rozari mengatakan Undana membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi di NTT untuk memperkuat kapasitas penelitian, meningkatkan mutu akademik, dan mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.
“Undana berkomitmen untuk tidak menjadi menara gading, tetapi hadir dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi di NTT. Setiap perguruan tinggi memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi agar kita berkembang bersama dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.
Selain penelitian penyakit darah pisang, kedua institusi membahas peluang kolaborasi untuk menangani persoalan sampah, meningkatkan literasi dan numerasi generasi muda, serta mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung skema riset berdampak Undana yang berbasis pemetaan persoalan prioritas kabupaten dalam perencanaan pembangunan 2027. Pendekatan ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat dengan kapasitas riset perguruan tinggi.
Baca juga: Serangan Hama Layu Terhadap Pisang Menurun
Baca juga: Konsumsi pisang dan alpukat setiap hari halau penyakit jantung
Di bidang penguatan kelembagaan, Undana juga menyiapkan pendampingan peningkatan mutu akademik bagi IFTK Ledalero, antara lain melalui pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) dan Applied Approach (AA), pendampingan akreditasi program studi, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan jabatan akademik dosen.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Undana juga membuka peluang pendampingan melalui Klinik Riset, pengelolaan sistem BIMA, sinkronisasi data SINTA, serta penyusunan proposal hibah penelitian tingkat nasional dan internasional.
Dalam pertemuan tersebut, IFTK Ledalero juga menyampaikan kebutuhan penguatan tata kelola berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan akademik dan mendukung pengembangan program studi baru, yakni Sistem Informasi, Desain Komunikasi Visual, dan Kewirausahaan.
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.