UMY pastikan 61 mahasiswa KKN di NTT selamat
Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memastikan 61 mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi selamat setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut, Sabtu pagi.
Perwakilan mahasiswa KKN UMY Didan Oktanova Hermawan dihubungi dari Kupang, Sabtu, menyampaikan seluruh mahasiswa bersama warga setempat telah berhasil dievakuasi ke kawasan perbukitan menyusul adanya peringatan dini ancaman tsunami.
"Kondisi kelompok kami, alhamdulillah aman. Saat gempa susulan ketiga, kami telah menyiapkan barang-barang penting dan langsung mengungsi bersama warga ke bukit," katanya.
Ia menjelaskan 61 mahasiswa tersebut terbagi dalam dua kelompok. Kelompok Gema Pelita Nusantara (GPN) beranggotakan 26 mahasiswa bertugas di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, sedangkan kelompok Proyek Ekspedisi Nusantara (Pena) beranggotakan 35 mahasiswa di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.
Baca juga: BNPB: Pascagempa M 7,7 di NTT, terjadi 31 kali gempa susulan
Proses evakuasi memprioritaskan kelompok rentan dan perempuan. Saat ini, seluruh mahasiswa bersama warga setempat menempati tenda pengungsian di area perbukitan dengan pendampingan dari dosen pembimbing lapangan (DPL) masing-masing.
Secara terpisah, perwakilan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY Al-Afik menyatakan pihak universitas terus memantau situasi dan menginstruksikan DPL melakukan asesmen menyeluruh di lapangan.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi kampus untuk menentukan apakah program KKN dihentikan dan mahasiswa ditarik kembali ke Yogyakarta atau dilanjutkan dengan mengalihkan fokus kegiatan pada penanganan pasca-bencana.
"Keselamatan mahasiswa merupakan prioritas utama. Jika kondisi lapangan tidak memungkinkan, mahasiswa akan kami tarik. Namun, kami asesmen terlebih dahulu apakah mereka dapat dilibatkan dalam penanganan bencana di lokasi," katanya dalam rilis.
Saat ini, para mahasiswa memilih berfokus membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga di tenda pengungsian sembari menunggu arahan resmi lebih lanjut dari pihak rektorat dan DPL.
Baca juga: Pemerintah gerak cepat bantu penanganan darurat pascagempa M7,7 di NTT
Baca juga: Gubernur tegaskan kebutuhan pengungsi korban bencana jadi prioritas
Pewarta: Sutarmi
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.