Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengembangkan Pasar Budaya Pring Sewu di Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sebagai ruang ekonomi kreatif berbasis budaya dan gastronomi lokal.

Ketua pengusul Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Umsida, Ali Akbar menyatakan program tersebut didukung dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia untuk periode 2025–2027.

"Bersama anggota pelaksana Ufi Rumefi, Rohman Dijaya, dan Intan Rohma Nurmalasari, kami membawa keahlian lintas bidang, mulai dari teknik mesin, ekonomi, informatika hingga agroteknologi untuk mengembangkan program tersebut di Pasar Budaya Pring Sewu ," kata Ali dalam keterangan diterima di Pasuruan, Jumat.

Menurutnya, pada tahun kedua, program tersebut diarahkan memperkuat pasar melalui konsep Gastronomy Experience System (GES) untuk menghadirkan pengalaman kuliner, budaya, dan kreativitas masyarakat Desa Plintahan.

Ali menyatakan, pengembangan GES mencakup digitalisasi pemasaran, penyusunan katalog produk, pengelolaan layanan, serta perluasan akses pasar untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Ia menyebut, program juga diarahkan meningkatkan kualitas produk, memperkuat kelembagaan usaha perempuan, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola produksi, pemasaran, dan usaha secara profesional.

Ali berharap Pasar Budaya Pring Sewu dapat berkembang dari ruang penjualan makanan menjadi pusat gastronomi dan budaya yang mengenalkan bahan lokal, proses pengolahan, serta cerita masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Plintahan Danan Jaya mengatakan Pasar Budaya Pring Sewu dibangun bersama antara Umsida dan warga Dusun Binangun sehingga menjadi buah hasil kerja bersama oleh masyarakat.

Danan berharap kerja sama dengan Umsida semakin kuat, untuk membantu masyarakat Plintahan menjadi pelaku utama yang mandiri dan berkembang.

Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.