Jakarta (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) bersama perusahaan penasihat berjangka Smartin berkolaborasi memperkuat literasi keuangan dan investasi mahasiswa melalui pembentukan klub investasi.

President Director Smartin Odang Supriatna menyampaikan literasi investasi membuka wawasan mengenai peluang karier sebagai analis, influencer, digital marketer, trader, dan penasihat investasi.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Odang mengatakan klub ini akan menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan bagi mahasiswa melalui diskusi rutin mengenai investasi saham, kripto, dan perdagangan berjangka atau futures.

Kegiatan lainnya meliputi kompetisi trading, pelatihan public speaking, serta pemasaran digital atau digital marketing.

Chief Business Officer (CBO) Dupoin Group International Philip Chan menyampaikan literasi investasi diperlukan agar generasi muda dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.

Menurut dia, klub tersebut juga diharapkan melahirkan talenta baru untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri keuangan, termasuk perusahaan pialang berjangka, perbankan, asuransi, dan aset digital. Dupoin dan Smartin berencana membentuk klub investasi serupa di sejumlah universitas.

Pembentukan klub ini didasarkan pada hasil survei mahasiswa Uhamka yang menunjukkan tingginya minat terhadap investasi, meski belum seluruhnya diikuti kepemilikan instrumen investasi.

Sebanyak 45 persen responden mengaku belum memiliki instrumen investasi, sementara 40 persen berencana mulai berinvestasi dan 15 persen telah memiliki investasi.

Selain itu, 75 persen responden menilai klub investasi diperlukan untuk mendukung pembelajaran.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uhamka Tellys Corliana mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan praktis di luar perkuliahan.

Sementara itu, Market Expert and Chief Financial Analyst Dupoin Futures Geraldo Kovit menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis agar generasi muda mampu memahami risiko dan menghindari investasi ilegal.

Chief Investor Relation Dupoin Futures Dhiraj Kelly Salwani juga mengimbau mahasiswa membangun dana darurat, memilih instrumen sesuai tujuan, serta memeriksa legalitas, risiko, biaya, dan bukti transaksi sebelum menempatkan dana.

Baca juga: Prudential Syariah-UHAMKA bekali mahasiswa proteksi keuangan syariah

Baca juga: OJK targetkan indeks literasi keuangan naik satu persen per tahun

Baca juga: OJK terus tingkatkan literasi keuangan pada mahasiswa di Papua

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.