asiawebawards.com
  • 2026-08-15 01:01:44 +0000 UTC

    Aug 15, 2026

    Trump Klaim Akan Jadikan Selat Hormuz Wilayah AS, Sebut Kapal Tak Bisa Lewat Tanpa Izin

    "Setelah kami selesai mengalahkan Iran, yang sedang dikalahkan dengan sangat buruk... dalam waktu dekat, saya akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," kata Trump.

    Ia kemudian menegaskan bahwa kapal-kapal tidak dapat melewati selat tersebut tanpa persetujuan Amerika Serikat.

    "Kami memiliki blokade. Tidak ada kapal yang bisa melewatinya kecuali kami menginginkannya," ujar Trump.

    Selat Hormuz Jadi Titik Panas Konflik AS-Iran

    Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur tersebut sangat penting bagi distribusi minyak, gas alam, dan berbagai komoditas energi ke pasar global.

    Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia dan turut menjaga harga energi tetap tinggi.

    Trump tidak memberikan penjelasan mengenai mekanisme hukum maupun politik dari rencananya untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat.

    Pernyataan tersebut juga muncul ketika Iran berupaya mempertahankan kendalinya atas jalur strategis tersebut. Bagi Teheran, Selat Hormuz merupakan salah satu alat tawar utama dalam menghadapi Washington.

    Iran Ingin Selat Hormuz Tetap Ditutup

    Iran sebelumnya dilaporkan menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan Teheran.

    Tuntutan tersebut antara lain pembayaran kompensasi perang, pencabutan blokade laut Amerika Serikat, serta penarikan pasukan AS dari sejumlah lokasi di sekitar Iran.

    Situasi ini membuat pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu persoalan paling penting dalam upaya meredakan konflik.

    Sejumlah negara yang sangat bergantung pada impor energi melalui jalur tersebut juga berharap lalu lintas pelayaran dapat kembali normal.

    Korea Selatan, misalnya, termasuk negara yang memiliki kepentingan besar terhadap kelancaran pasokan energi melalui kawasan tersebut.

    Trump Klaim AS Menguasai Selat Hormuz

    Trump sebelumnya juga mengklaim bahwa Amerika Serikat memiliki kendali "total" atas Selat Hormuz.

    Dalam unggahan di media sosial pada Rabu, Trump mengatakan Washington akan mempertahankan kendali tersebut.

    Pernyataan terbaru Trump mempertegas sikap pemerintahannya yang menjadikan penguasaan jalur strategis tersebut sebagai bagian penting dari strategi menghadapi Iran.

    Namun, klaim tersebut berpotensi memicu ketegangan baru karena Iran selama ini menganggap Selat Hormuz berada dalam wilayah kepentingan strategisnya dan menolak dominasi negara asing atas jalur tersebut.

    Trump Klaim Amerika Serikat Menang Besar atas Iran

    Dalam pernyataan yang sama, Trump kembali mengklaim Amerika Serikat telah meraih keberhasilan besar dalam perang melawan Iran.

    Ia mengakui penggunaan kekuatan militer AS lebih banyak daripada yang diinginkannya, tetapi menegaskan Washington tidak dapat membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

    "Kami juga menang besar atas Republik Islam Iran. Tidak ada yang tahu seberapa sukses kami," kata Trump.

    Trump juga menyinggung pemberitaan sejumlah media yang menurutnya meragukan klaim keberhasilan pemerintahannya dalam perang tersebut.

    Ia kemudian mengatakan bahwa kepemimpinan Iran telah hilang dan menyebut kondisi tersebut menyulitkan proses negosiasi.

    "Kepemimpinan mereka sudah tidak ada," ujar Trump. "Tidak ada siapa pun untuk bernegosiasi. Itu masalah."

    Sumber: Koreaherald

    2026-08-15 01:01:44 +0000 UTC