Trump: Iran belum siap buat kesepakatan tepat
Sabtu, 22 Agustus 2026 12:35 WIB
Arsip foto - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (kanan) bertemu dengan Presiden AS Donald Trump (kiri) di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat pada 7 Mei 2026. ANTARA/BRA Government / Ricardo Stuckert - Anadolu Agency /pri.
Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini Iran belum siap membuat "kesepakatan tepat" dengan AS seiring pemberlakuan langkah-langkah ekonomi yang semakin ketat terhadap Iran.
"Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi menurut pendapat saya mereka belum siap untuk membuat kesepakatan yang tepat," kata Trump sebelum ke Carolina Selatan, Kamis (20/8), untuk menghadiri kampanye.
Trump menolak anggapan bahwa eskalasi tekanan ekonomi berarti opsi militer AS menjadi terbatas. Dia menegaskan AS bermaksud untuk melihat "apa yang akan terjadi" terhadap ekonomi Iran yang sudah mengalami tekanan setelah hampir enam bulan berkonflik dengan AS.
"Mereka tidak memiliki uang, tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki angkatan udara, mereka tidak membayar tentara mereka, mereka tidak membayar polisi mereka. Inflasi mereka mencapai 350 persen," kata Trump mengenai kondisi ekonomi dan militer Iran.
Dia menambahkan bahwa AS mempertahankan "kendali penuh" atas wilayah sekitar Selat Hormuz, termasuk jalur perairan penting serta wilayah darat di selatan Iran.
Meski demikian, lalu lintas melalui Selat Hormuz tetap jauh di bawah tingkat sebelum perang karena risiko keamanan yang terus berlanjut dan serangan yang sering terjadi terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi perairan regional.
Sementara itu, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Jumat (21/8) melaporkan lalu lintas melalui selat tersebut sekitar 90 persen lebih rendah dari sebelum perang.
Pada Juni lalu, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan penghentian permusuhan dan pemulihan pengiriman melalui selat tersebut.
Namun, kesepakatan tersebut gagal dilaksanakan karena sengketa kronis mengenai ketentuan pelaksanaannya dan masa depan navigasi melalui jalur perairan tersebut.
Konflik tersebut bermula pada akhir Februari dengan serangan mendadak AS-Israel terhadap Iran. Iran pun membalas dengan menyerang sasaran di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026