asiawebawards.com
  • 2026-07-29 07:01:55 +0000 UTC

    Jul 29, 2026

    TRC Balai-PK Pontianak amankan buaya 4,5 meter di Sambas - ANTARA News Kalimantan Barat

    Pontianak (ANTARA) - Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan (TRC Balai PK) Pontianak mengamankan buaya muara sepanjang 4,5 meter dari area tambak warga di Desa Jelu Air, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, setelah terjerat jaring.

    "Evakuasi dilakukan Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak setelah menerima laporan warga terkait keberadaan buaya yang terjerat jaring di tambak milik Romi di Sambas," kata petugas Kesehatan Hewan Sealife Indonesia, drh. Maulid Dio Suhendro di Pontianak, Rabu.

    Dia menjelaskan warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian bergotong royong memindahkan buaya ke area terbuka karena khawatir kondisi satwa itu semakin memburuk, dan melaporkan kejadian itu kepada Polsek Jawai Selatan.

    Laporan tersebut diteruskan kepada Balai PK Pontianak pada 27 Juli 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Tim Respon Cepat kemudian berkoordinasi dengan warga dan instansi terkait sebelum bergerak menuju lokasi bersama praktisi ahli.

    Tim tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan serta pemeriksaan kondisi buaya yang sebelumnya dilaporkan mulai melemah.

    Sesuai prosedur penyelamatan satwa dan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), tim memeriksa kondisi kesehatan buaya serta sejumlah bagian tubuh yang mengalami luka.

    Setelah dipastikan kondisinya cukup baik, tim melakukan fiksasi ulang tali yang mengikat tubuh buaya untuk mencegah ikatannya melukai atau menyebabkan kerusakan jaringan.

    Buaya tersebut kemudian dibawa ke tempat penampungan sementara di Kantor Balai PK Pontianak untuk menjalani rehabilitasi dan pemantauan lebih lanjut.

    Pada 28 Juli 2026, pemeriksaan lanjutan dilakukan dan kondisi buaya tersebut dinilai secara umum cukup baik, ditandai dengan aktivitas pernapasan yang cukup normal.

    Namun, kata dia, pemeriksaan menemukan sejumlah kelainan, termasuk kerusakan pada mata kanan atau bulbus oculi yang tidak ada.

    Buaya juga mengalami luka gesekan pada kaki depan dan belakang serta nekrosis atau kematian jaringan pada kaki kiri yang diduga akibat cedera traumatis atau proses penangkapan.

    "Secara umum, kondisi kesehatannya cukup baik, namun masih dalam tahap observasi. Selama proses rehabilitasi akan kita pantau lebih lanjut," kata Maulid Dio.

    Sementara itu, Tim Respon Cepat Balai PK Pontianak Yuda Saniswan mengatakan dalam penanganan buaya muara tersebut, tim bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat dan hasil observasi bersama dokter hewan menunjukkan kondisi satwa cukup baik meski terdapat luka di sejumlah bagian tubuh.

    Buaya muara (Crocodylus porosus) merupakan satwa yang dilindungi dan pengelolaannya berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Keberadaan buaya berukuran besar yang beberapa kali terlihat di sekitar tambak warga selama setahun terakhir menjadi perhatian karena diduga pernah memangsa hewan peliharaan warga.

    Pewarta: Rendra Oxtora
    Editor : Andilala

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-29 07:01:55 +0000 UTC