Pontianak (ANTARA) - Tim gabungan TNI-Polri bersama warga memadamkan dua titik panas atau hotspot di Desa Tembaga, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
"Dua titik panas tersebut terdeteksi pada lahan dengan luas terdampak sekitar 1,3 hektare. Setelah dilakukan pemadaman, seluruh titik api berhasil dikendalikan dan tidak ditemukan lagi firespot aktif di lokasi," kata Plh Danramil 1204-18/Nanga Mahap Serma Ardi di Sekadau, Rabu.
Dia mengatakan, penanganan melibatkan dua anggota Koramil 1204-18/Nanga Mahap, tiga personel BKO Yon TP 538/TA, dua personel BKO Yon TP 833/BD, serta dua anggota Polsek Nanga Mahap.
"Dua titik hotspot yang berada di Desa Tembaga telah berhasil ditangani dan dipadamkan. Kami bersama personel BKO, Polsek Nanga Mahap serta masyarakat akan terus melakukan patroli dan pemantauan,” katanya.
Menurut dia, deteksi dini diperlukan agar setiap kemunculan titik api dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Selain memadamkan titik api, personel gabungan menyisir sejumlah kawasan yang dinilai rawan karhutla, termasuk lokasi yang berpotensi menjadi tempat pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Dalam patroli tersebut, dua warga Desa Tembaga turut dilibatkan bersama personel Koramil, BKO TNI dan Polsek Nanga Mahap. Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena warga berada paling dekat dengan wilayah rawan kebakaran.
Serma Ardi mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama saat kondisi lingkungan kering, karena api dapat dengan cepat menjalar ke kawasan lain.
Ia juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.
“Dengan sinergi dan kewaspadaan bersama, kita dapat mencegah karhutla sejak dini,” tuturnya.
Hingga patroli dan penanganan berakhir, kondisi wilayah Desa Tembaga, Kecamatan Nanga Mahap, terpantau aman dan terkendali serta tidak ditemukan lagi firespot aktif.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.