TNI perkuat interoperabilitas trimatra melalui latihan terintegrasi di Lingga
TNI perkuat interoperabilitas trimatra melalui latihan terintegrasi di Lingga
Rabu, 5 Agustus 2026 05:51 WIB
Monitor yang menunjukkan pasukan melakukan penerjunan dari pesawat (Kelompok Depan Operasi Lintas Udara) sebagai salah satu latihan tempur di sekitar Drop Zone Bandara Dabo Singkep di Lingga, Kepri, Selasa (4/8/2026). (ANTARA/Angiela)
Batam (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar latihan terintegrasi trimatra di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) sebagai upaya menguji interoperabilitas personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) dalam pelaksanaan operasi gabungan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengatakan latihan ini melibatkan unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara dengan mengedepankan kemampuan operasi terpadu antarmatra.
"Latihan ini merupakan latihan terintegrasi trimatra TNI. Kami ingin menunjukkan bahwa TNI siap dengan personel dan alutsista yang telah diberikan kepada kami. Yang ingin ditunjukkan adalah interoperabilitas dari tiga matra," ujarnya di Lingga, Selasa.
Menurutnya, latihan tersebut menguji kesiapan personel maupun alutsista agar mampu melakukan operasi secara terintegrasi.
“Latihan juga bertujuan memastikan Panglima TNI dapat melaksanakan komando dan pengendalian operasi secara efektif hingga ke unit paling bawah,” katanya.
Salah satu materi yang diuji dalam latihan adalah kemampuan infiltrasi udara melalui penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) di sekitar Drop Zone (DZ) Bandara Dabo Singkep.
KDOL yang terdiri dari 13 personel Dalpur Denmatra 2 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan 12 personel Yonif 328 diterjunkan untuk mengamankan daerah sasaran, menandai lokasi pendaratan, melakukan observasi medan, serta memberikan informasi mengenai kondisi wilayah dan situasi musuh sebelum penerjunan pasukan utama.
Materi tersebut mengintegrasikan kemampuan pesawat angkut CN-235 Skadron Udara 27 Biak, Korpasgat, dan Yonif 328 sebagai bagian dari pengujian kemampuan operasi gabungan TNI.
Pelaksanaan latihan ini ditinjau langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Muhammad Nas menambahkan, selain meningkatkan kemampuan tempur, latihan ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban TNI kepada pemerintah dan masyarakat atas kepercayaan yang diberikan dalam menjaga kedaulatan negara.
"Kami ingin menunjukkan bahwa TNI profesional dengan personel dan material yang dimiliki, serta siap melaksanakan tugas sesuai amanat undang-undang, baik Operasi Militer untuk Perang maupun Operasi Militer Selain Perang, hingga menjaga wilayah terluar dan terpencil Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.
Ia menjelaskan selain melibatkan seluruh kekuatan matra darat, laut, dan udara, rangkaian latihan juga mencakup Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berupa kegiatan bakti sosial dan bakti kemasyarakatan yang melibatkan lebih dari 12 ribu personel.
Melalui latihan tersebut, TNI berharap interoperabilitas antarmatra semakin kuat sehingga pelaksanaan operasi gabungan dapat berlangsung lebih efektif dalam menghadapi berbagai ancaman serta mendukung kesiapan pertahanan negara.
Baca juga: TNI evakuasi dua korban selamat pascaserangan KKB di Tolikara
Baca juga: Tim Wasev Mabes TNI evaluasi progres TMMD reguler ke-129 di Kapuas
Baca juga: Tim gabungan TNI-Polri evakuasi korban penembakan KKB di Seradala
Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Rajib Rizali
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.