Jakarta (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 583 personel penyuluh untuk memperkuat penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan siaran pers resmi Mabes TNI yang diterima di Jakarta, Kamis, dijelaskan personel penyuluh itu dikerahkan untuk mengedukasi masyarakat agar kesadaran akan bahaya karhutla meningkat.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan bisa melakukan penanganan ataupun pencegahan karhutla secara mandiri.
Tidak hanya itu, keberadaan para personel itu juga bertujuan mempercepat penyampaian informasi kepada petugas jika ditemukan titik api.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Muhammad Nas saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis, mengatakan 583 personel itu berasal dari tiga matra TNI.
"Personel yang dikerahkan berjumlah 583 orang, terdiri dari 50 orang perwira tinggi dan 533 orang perwira menengah yang berasal dari unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Mabes TNI," jelasnya.
Nas menjelaskan para personel penyuluh itu diberangkatkan secara bertahap sejak 24 Agustus hingga 27 Agustus 2026.
Mereka berangkat menggunakan pesawat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, ke beberapa lokasi bencana karhutla.
"Mereka berangkat menuju sejumlah wilayah, antara lain Kalimantan Barat, Palembang, Lampung, dan Pekanbaru," katanya.
Hingga saat ini, para personel penyuluh itu masih menjalankan tugasnya di lapangan.
Dengan adanya upaya ini, Nas berharap TNI dapat memberikan kontribusi besar dalam penangan bencana karhutla.
Baca juga: Pangdam: 2.190 personel gabungan siaga hadapi karhutla di Tanah Papua
Baca juga: Tim Alfa TNI diterjunkan padamkan karhutla di Way Kambas
Pewarta: Walda Marison
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.