Jakarta (ANTARA) - Prajurit TNI AL bersama korps marinir dari lintas negara mengasah kemampuan menembak pada saat malam hari dalam ajang Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Batalyon Infanteri 9 Marinir, Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Kamis (4/9).
Dalam siaran pers Pusat Penerangan Mabes TNI di Jakarta, Sabtu, dijelaskan korps marinir lintas negara itu terdiri atas Marinir TNI AL, United States Marine Corps (USMC) dari AS, Amphibious Rapid Deployment Brigade (ARDB) dari Jepang dan Republic of Korea Marine Corps (ROK MC) dari Korea Selatan.
Dalam siaran pers tersebut dijelaskan latihan ini digelar agar prajurit memiliki kemampuan infiltrasi yang kuat sehingga mampu melalukan serangan pada malam hari.
"Para prajurit diuji kemampuannya dalam memanfaatkan perangkat Night Vision Goggles (NVG), disiplin penggunaan lampu, serta akurasi bidikan terhadap sasaran dalam gelap," seperti dikutip siaran pers tersebut.
Tidak hanya menguji kemampuan menembak dengan NVG, para prajurit juga dituntut untuk menguasai medan dan navigasi saat malam demi memastikan gerak pasukan tetap taktis.
Siaran pers itu melanjutkan, seluruh rangkaian latihan pun diselesaikan dengan baik tanpa adanya insiden yang terjadi.
Dengan adanya latihan itu, diharapkan kemampuan menembak para pasukan semakin meningkat serta terjalin hubungan yang harmonis antarkorps marinir dari masing-masing negara.
Untuk diketahui, ajang SGS 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara. Mereka datang ke Indonesia untuk menguji kesiapan operasional pasukan, diplomasi pertahanan serta kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan SGS merupakan latihan tahunan yang digelar di berbagai wilayah Indonesia pada 31 Agustus hingga 11 September 2026.
Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan, kata Agus di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).
Sebanyak 21 negara tersebut, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.
Agus mengatakan latihan itu dilaksanakan di Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan serta Nunukan, Kalimantan Utara. Latihan akan ditutup di Jakarta pada 11 September 2026.
Pewarta: Walda Marison
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.