Bandung (ANTARA) - Bau mulut atau halitosis merupakan masalah kesehatan yang cukup umum dan sering mengganggu rasa percaya diri saat berbicara. Salah satu penyebab utamanya adalah kebersihan gigi dan rongga mulut yang kurang terjaga dengan baik.
Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat di dalam mulut untuk memecah sisa makanan yang tertinggal. Proses inilah yang menghasilkan senyawa sulfur dan menimbulkan aroma tidak sedap.
Untuk mengatasinya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membagikan sejumlah langkah dan kebiasaan sederhana yang efektif untuk menjaga napas tetap segar setiap hari.
1. Rutin Menyikat Gigi Dua Kali Sehari
Langkah paling mendasar untuk mencegah penumpukan bakteri adalah menyikat gigi secara teratur. Kemenkes menyarankan masyarakat untuk menyikat gigi setidaknya dua kali sehari. Waktu terbaik yang dianjurkan adalah setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Pastikan Anda menggunakan sikat gigi berbulu lembut serta pasta gigi yang mengandung fluoride agar rongga mulut tetap terawat.
2. Jangan Lupa Membersihkan Lidah
Selain gigi, bagian permukaan lidah juga wajib dibersihkan secara rutin. Lidah sering menjadi tempat menumpuknya plak dan bakteri pemicu bau mulut. Anda bisa membersihkannya secara perlahan menggunakan sikat gigi atau alat pembersih khusus lidah (tongue scraper). Lakukan dengan lembut dan hindari menggosok terlalu keras agar tidak melukai permukaan lidah.
3. Gunakan Benang Gigi (Flossing)
Sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi sering kali tidak terjangkau oleh bulu sikat gigi biasa. Jika dibiarkan, kotoran ini akan membusuk dan memicu bau menyengat. Oleh karena itu, penggunaan benang gigi atau dental floss sangat penting untuk dimasukkan ke dalam rutinitas perawatan mulut harian Anda.
4. Jaga Kelembapan Mulut dengan Air Putih
Kondisi mulut yang kering (xerostomia) dapat meningkatkan risiko bau mulut secara drastis karena produksi air liur berkurang. Air liur berfungsi sebagai pembersih alami di dalam mulut. Untuk menjaga kelembapannya, minumlah air putih secara cukup dan teratur. Anda juga bisa mengunyah permen karet bebas gula untuk merangsang produksi air liur pada kondisi tertentu.
5. Perhatikan Pola Konsumsi dan Hindari Rokok
Makanan dengan aroma kuat seperti bawang putih dan bawang bombai dapat menyebabkan bau napas tidak sedap untuk sementara waktu. Selain itu, kebiasaan merokok juga memperburuk kebersihan mulut dan memicu mulut kering. Membatasi konsumsi makanan tersebut dan menghentikan kebiasaan merokok akan sangat membantu menjaga napas tetap segar.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Jika masalah bau mulut tetap menetap dan tidak kunjung hilang, Kemenkes menegaskan agar kondisi ini tidak hanya ditutupi dengan permen atau obat kumur. Bau mulut yang membandel bisa menjadi sinyal adanya masalah pada gusi, gigi berlubang, atau kondisi medis lainnya. Segera lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk mendeteksi dan menangani penyebab utamanya secara medis.
Pewarta: Isti Rahmawati Darmawan
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.