asiawebawards.com
  • 2026-07-31 08:58:37 +0000 UTC

    Jul 31, 2026

    Timwas Keamanan Pangan pantau penanganan keracunan MBG di Tulungagung - ANTARA News Bengkulu

    Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Tim Pengawas Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memantau langkah mitigasi dan penanganan 103 korban keracunan masal usia menyantap paket menu makanan yang dikirim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo, Tulungagung, Jawa Timur.

    "Ini sebenarnya kejadiannya Senin (27/7), tapi baru dilaporkan ke kami oleh perangkat desa pada Rabu (29/7)," kata Ketua Tim Pengawas Keamanan Pangan Program MBG Kecamatan Rejotangan Eko Sumaryono di Tulungagung, Jumat.

    Hanya tinggal satu korban yang sampai saat ini masih di rawat di Puskesmas Banjarejo.

    "Satu pasien masih dalam pengawasan intensif karena masih mengalami keluhan mual-muntah dengan kondisi lemah. Tapi secara umum sudah cukup baik juga," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setyawan.

    Sedang untuk kepentingan penyelidikan, lanjut Aris, pihaknya telah mengambil sampel sisa makanan dan cairan sisa muntahan sejumlah korban.

    Polisi melalui tim inafis dikabarkan merapat ke lokasi kejadian termasuk ke SPPG Pakisrejo untuk olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan standar demi memastikan kasus tersebut bukan karena ada unsur perbuatan pidana. Disengaja ataupun pidana lainnya.

    Baca juga: DPR: Pemisahan anggaran MBG dari pos pendidikan langkah yang tepat

    Saat peristiwa keracunan terjadi, menu yang disajikan SPPG Pakisrejo terdiri atas nasi putih, daging masak kecap, buncis, tempe, jeruk, dan kerupuk.

    Menurut dia, sejumlah penerima manfaat kemudian mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare.

    "Kami menerima laporan dari perangkat Desa Pakisrejo, kemudian langsung melakukan pemeriksaan ke dapur SPPG," katanya di Tulungagung.

    Hasil pendataan sementara mencatat sebanyak 103 penerima manfaat dilaporkan mengalami gejala tersebut.

    Baca juga: BGN siapkan skema MBG untuk anak di daerah rawan konflik

    Rinciannya, siswa yang mengalami sebanyak tujuh orang, 15 balita , enam guru, dan sisanya penerima manfaat di lingkungan Posyandu.

    Saat ini, Tim Pengawas Keamanan Pangan Kecamatan Rejotangan juga mengevaluasi mekanisme pelaporan kejadian agar setiap indikasi gangguan keamanan pangan segera ditindaklanjuti sehingga penerima manfaat dapat memperoleh penanganan lebih cepat.

    Sebagai langkah pencegahan, operasional SPPG Pakisrejo dihentikan sementara sejak Kamis (30/7) berdasarkan instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

    "Operasional SPPG Pakisrejo ditutup sementara sesuai instruksi BGN hingga proses evaluasi selesai," ujar Eko.

    Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
    Uploader : Musriadi

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-31 08:58:37 +0000 UTC