Timo Scheunemann sebut Srikandi Merdeka Cup dinilai bisa satukan pemain lintas negara
Sabtu, 22 Agustus 2026 23:52 WIB
Pemain tengah Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma saat berbincang dengan Pelatih Timnas Putri U16 Thailand Thidarat Wiwasukhu didampingi kapten tim Kawinthida Kikuntod usai konferensi pers di Supercaffe Supersoccer Arena Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Turnamen sepak bola Srikandi Merdeka Cup 2026 yang digelar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi panggung persaingan tim sepak bola putri U16 dari sejumlah negara, tetapi juga menjadi ruang bagi para pemain untuk membangun persahabatan lintas negara, seperti dinyatakan Pelatih Timnas Putri U16 Indonesia Timo Scheunemann.
"Sepak bola memiliki peran penting sebagai sarana untuk menciptakan perdamaian sekaligus menjadi pemersatu antarnegara," kata Pelatih Timnas Putri U16 Garuda Pertiwi Timo Scheunemann di Kudus, Sabtu.
Menurut dia persaingan di lapangan merupakan hal yang wajar dalam pertandingan olahraga. Namun, rivalitas tersebut tidak seharusnya dibawa ke luar lapangan hingga menimbulkan permusuhan.
"Memang salah satu peran dari sepak bola kan untuk perdamaian dunia. Itu salah satu slogan dari FIFA. Jadi sepak bola ini bisa jadi pemersatu, bisa jadi pemecah kalau tidak hati-hati," ujarnya.
Ia menilai sikap dan arahan dari para pemangku kepentingan sepak bola di tingkat atas turut menentukan bagaimana para pemain menyikapi persaingan di lapangan.
"Makanya dari atas harus ada arahan yang benar. Tapi kalau dibiarkan, ya akan terjadi perpecahan," ujarnya.
Hal serupa, kata Timo, berlaku dalam hubungan antarnegara. Organisasi sepak bola dan federasi masing-masing negara memiliki peran untuk menjaga agar persaingan tetap berada dalam koridor sportivitas.
"Kalau antarnegara ya sama. Dari atas, dari FIFA, juga pengurus PSSI mengikuti," ujarnya.
Timo menegaskan bahwa ketika berada di lapangan, para pemain tentu harus bertanding secara kompetitif. Namun, setelah pertandingan berakhir, mereka tetap merupakan teman dan sesama atlet.
"Kalau di lapangan lawan tentu saja. Bahkan ada satu pemain saya yang nangis, nah itu tidak boleh. Jadi mereka atlet, satu sisi atlet, tapi di luar lapangan kita teman, kita kawan," katanya.
Ia mencontohkan hubungan dengan pemain Malaysia. Rivalitas Indonesia dan Malaysia yang kerap berlangsung sengit di berbagai pertandingan tidak menghalangi para pemain untuk tetap menjalin hubungan baik di luar lapangan.
"Sama Malaysia juga. Kita tahu kalau ketemu Indonesia clash, keras, menjurus kasar. Saya beruntung pemain saya tidak ada yang cedera. Tapi di luar lapangan ya baik banget. Nah, itu salah satu peran daripada sepak bola," ujar Timo.
Pesan tersebut tampaknya juga dirasakan langsung para pemain yang tampil di Srikandi Merdeka Cup 2026. Pemain tengah Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma mengaku sudah bertukar jersi dan berkomunikasi dengan sejumlah pemain dari negara lain, termasuk Malaysia.
Ayla mengatakan dirinya bahkan sudah akrab dengan beberapa pemain Malaysia dan saling mengenal di luar pertandingan. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa rivalitas selama pertandingan tidak menghalangi pemain untuk menjalin pertemanan.
Sementara itu, Kapten Timnas Putri U16 Thailand Kawinthida Kikuntod juga mengaku mendapat sambutan hangat dari para penggemar sepak bola di Indonesia.
"Ada orang yang mengagumi dan menyukai saya. Terima kasih banyak sudah menyukai saya dan datang untuk meminta foto bersama," kata Kawinthida.
Ia mengaku memiliki teman dari Indonesia, salah satunya Nafe. Keduanya pernah bermain bersama dalam sebuah pertandingan di Filipina.
Kawinthida pun menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar Indonesia yang memberikan dukungan selama dirinya berada di Kudus.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.