Senin, 12 Oktober 2026 - 00:02 WIB
VIVA – Timnas Indonesia berpeluang mendapatkan keuntungan dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2030 setelah peringkat FIFA skuad Garuda menembus posisi ke-116 dunia. Posisi tersebut membuka pembahasan mengenai peluang Indonesia memulai kualifikasi zona Asia langsung dari putaran kedua, tanpa harus melewati babak pertama.
Baca Juga
Berdasarkan pembaruan peringkat FIFA terbaru, Indonesia menempati posisi ke-116 dunia dengan koleksi sekitar 1.166,50 poin. Kenaikan itu terjadi setelah skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada partai final.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pencapaian tersebut menjadi modal positif bagi Timnas Indonesia. Namun, peluang langsung tampil di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030 masih bergantung pada format dan mekanisme penentuan peserta yang akan ditetapkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Baca Juga
Peringkat FIFA Jadi Faktor Penting
Peringkat FIFA berpotensi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan negara yang langsung tampil di putaran kedua. Dalam format kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, sebanyak 26 negara dengan peringkat tertinggi langsung masuk ke putaran kedua, sedangkan 20 negara lainnya harus melewati putaran pertama.
Baca Juga
Pada tahap berikutnya, 36 negara dibagi ke dalam sembilan grup yang masing-masing berisi empat tim. Juara dan runner-up setiap grup kemudian melaju ke putaran ketiga.
Skema tersebut menjadi gambaran bagaimana peringkat FIFA dapat memengaruhi jalur awal sebuah negara dalam kualifikasi. Meski demikian, format Piala Dunia 2026 tidak bisa langsung dianggap berlaku untuk edisi 2030.
AFC perlu mengonfirmasi mekanisme resmi untuk menentukan jumlah peserta, pembagian putaran, serta dasar penentuan unggulan pada kualifikasi mendatang.
Karena itu, posisi Indonesia di peringkat ke-116 dunia belum dengan sendirinya memastikan skuad Garuda memperoleh tiket langsung ke putaran kedua. Kepastian tersebut harus menunggu aturan resmi yang berlaku untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Jalan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jika nantinya Indonesia benar-benar mendapat kesempatan memulai dari putaran kedua, keuntungan utamanya adalah tidak perlu menjalani pertandingan pada babak pertama. Kondisi itu berpotensi memberi waktu persiapan lebih panjang bagi tim pelatih untuk mematangkan strategi dan menjaga kebugaran pemain.
Meski begitu, tantangan yang menanti tetap tidak ringan. Timnas Indonesia harus menghadapi lawan-lawan yang juga mengincar tiket ke putaran berikutnya. Persaingan akan menuntut konsistensi permainan, efektivitas penyelesaian akhir, dan kedalaman skuad yang memadai.
Halaman Selanjutnya
Pelatih John Herdman juga perlu memastikan para pemain berada dalam kondisi terbaik ketika agenda kualifikasi dimulai. Pemantauan terhadap menit bermain di klub, kebugaran, dan performa pemain diaspora maupun pemain dari kompetisi domestik akan menjadi bagian penting dari persiapan.