Liputan6.com, Jakarta - Program Genera-Z Berbakti 2026 yang digelar PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung program creating shared value (CSV) Bakti BCA resmi berakhir. Setelah menjalani pengabdian selama lebih dari satu bulan di desa wisata binaan Bakti BCA, empat tim mahasiswa menyampaikan laporan akhir sekaligus mempertanggungjawabkan program yang telah dijalankan.
Tahapan tersebut menjadi penentu peringkat akhir Genera-Z Berbakti 2026. Keempat tim mempresentasikan hasil kegiatan di hadapan dewan juri BCA sebelum mengikuti sesi tanya jawab.
Penilaian dilakukan berdasarkan empat parameter, yakni kualitas presentasi, implementasi program, dampak yang dihasilkan, serta keberlanjutan program.
Hasilnya, Tim Amerta Pertiwi dari Universitas Airlangga (UNAIR) dinobatkan sebagai Best Team Genera-Z Berbakti 2026. Posisi Runner-Up I diraih Tim Pelita dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), disusul Tim KATALIS dari Universitas Indonesia (UI) sebagai Runner-Up II, serta Tim Laskar Selasik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai Runner-Up III.
Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono yang hadir dalam sesi penyampaian laporan akhir memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan rangkaian pengabdian.
“Selamat bagi seluruh pemenang Genera-Z Berbakti 2026. Kalian adalah juara, dan berhasil membuktikan konsistensi serta komitmen menjalankan seluruh rencana hingga terwujud di lokasi pengabdian. BCA sangat mengapresiasi pengabdian para pemenang selama sekitar satu bulan lebih di berbagai Desa Wisata binaan Bakti BCA. Keempat tim telah membuktikan kemampuannya turun langsung dan menghadirkan dampak bagi masyarakat di lokasi masing-masing. Ke depannya, kami berkomitmen terus mendukung generasi muda Indonesia untuk selalu berkarya, berdampak, dan tumbuh menjadi generasi penerus yang kuat serta memiliki pendirian dalam beraktivitas,” kata Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono, yang hadir langsung di sesi penyampaian laporan akhir.
Tim UNAIR Tak Menyangka Menjadi yang Terbaik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337167/original/035000500_1788235345-2.jpg)
Perbesar
Tim Amerta Pertiwi dari UNAIR sebelumnya tidak memasang target tinggi saat menjalani program pengabdian di Desa Wisata Patakbanteng, Wonosobo.
Bagi para anggota tim, proses penilaian akhir justru menjadi kesempatan melakukan evaluasi sekaligus memastikan program yang mereka jalankan dapat dipertanggungjawabkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337168/original/036354600_1788235345-3.jpg)
Perbesar
Hasil akhirnya membawa kejutan. Tim Amerta Pertiwi berhasil memperoleh predikat Best Team Genera-Z Berbakti 2026.
“Sesi penilaian akhir kami anggap seperti sesi sharing, dengan kami sebagai pembawa informasi dari lapangan. Seandainya mendapat kesempatan, kami juga sangat terbuka untuk membahas lebih lanjut mengenai potensi-potensi yang dimiliki Desa Patakbanteng karena potensi desa ini luar biasa banyak dan berdikari,” kata Regina, salah satu anggota Amerta Pertiwi.
Pengalaman berbeda dirasakan Tim Pelita dari UNPAD yang menjalankan program di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Cianjur.
Mereka menggambarkan tahapan laporan akhir layaknya simulasi sidang skripsi, tetapi berlangsung dalam durasi lebih panjang. Pertanyaan dan tanggapan juri membuat tim harus memahami konteks secara mendalam sebelum memberikan jawaban.
“Kami harus berpikir keras menangkap konteks pertanyaan saat penilaian akhir, apalagi setiap jawaban kami terus ditanggapi. Mau tidak mau ada sedikit perenungan yang harus dilakukan sebelum menjawab pertanyaan dari para juri,” kata Ghifari, salah satu anggota tim Pelita.
Pengalaman Pengabdian Menjadi Modal KATALIS UI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337169/original/037987100_1788235345-4.jpg)
Perbesar
Sementara itu, perjalanan Tim KATALIS dari UI selama menjalani pengabdian di Desa Wisata Kakaskasen Dua memberikan pengalaman tersendiri bagi para anggotanya.
Berbagai pengalaman selama berada di lapangan kemudian menjadi modal bagi tim ketika menyampaikan laporan dan mempertanggungjawabkan program kepada dewan juri.
“Awalnya kami pikir hanya bisa menuangkan ide ke dalam proposal, ternyata pada akhirnya bisa menghabiskan momen susah dan sedih bersama dari awalnya tidak begitu dekat hingga bisa di titik sekarang,” kata Divani, salah satu anggota tim KATALIS.
Tim Laskar Selasik dari UGM juga membawa pulang pengalaman setelah menjalankan pengabdian di Desa Wisata Kreatif Terong.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337170/original/039925400_1788235345-5.jpg)
Perbesar
Bagi mereka, sesi laporan akhir tidak semata-mata menentukan peringkat. Masukan yang diberikan dewan juri justru menjadi bagian dari proses pembelajaran setelah menyelesaikan program di lapangan.
“Apa yang membuat kami senang justru para juri mengajari kami dan memberikan solusi untuk kami belajar. Suasananya seperti sedang kuliah tapi tanpa SKS,” kata Faruq, salah satu anggota Laskar Selasik.
Ratusan Proposal dari 98 Perguruan Tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337171/original/041870200_1788235345-6.jpg)
Perbesar
Genera-Z Berbakti merupakan program milik BCA yang mengajak generasi muda terlibat langsung dalam pengembangan desa wisata di Indonesia melalui konsep call for proposal.
Pada penyelenggaraan 2026, lebih dari 260 proposal dari 98 perguruan tinggi negeri masuk selama masa pendaftaran.
Dari ratusan proposal tersebut, delapan tim terpilih untuk melanjutkan perjalanan ke babak penjurian. Seleksi kemudian menghasilkan empat tim pemenang yang memperoleh kesempatan menjalankan pengabdian secara langsung selama lebih dari satu bulan di empat Desa Bakti BCA.
Rangkaian kegiatan membawa peserta dari tahap penyusunan dan presentasi gagasan, implementasi langsung di desa hingga kembali untuk mempertanggungjawabkan hasil program.
"Kami senang sekali bisa mengikuti perjalanan keempat tim dari awal hingga akhir, dari ruang presentasi sampai ke desa dan kembali lagi ke kampus masing-masing. BCA berharap seluruh pemenang dapat membawa banyak nilai dan kesan positif dari program ini, untuk menjadi modal penting dalam pengembangan diri masing-masing,” ujar Antonius Widodo Mulyono.
Perjalanan Genera-Z Berbakti 2026 juga didokumentasikan melalui kanal YouTube BCA (@SolusiBCA), laman Genera-Z Berbakti, serta berbagai platform media sosial resmi BCA.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6