Pandeglang (ANTARA) - Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga warga yang hilang kontak di perairan Selat Sunda hingga memasuki wilayah Samudra Hindia dengan mempertimbangkan pergeseran arus laut.
"Hari ke-6 hari ke-7 sebenarnya kita sudah masuk di samudra Hindia, kita berdasarkan dengan pengamatan pergeseran arus. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan tim dalam menentukan area pencarian berikutnya," ujar Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad di Pandeglang, Banten, Senin.
Pada pencarian hari berikutnya, ia menambahkan, area pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi operasi selama tujuh hari serta pengamatan terhadap pergerakan arus dan data kondisi laut.
Amrad mengatakan, pencarian tetap dilakukan menggunakan kapal dan pemantauan melalui udara. Namun, pelaksanaan kedua metode tersebut disesuaikan dengan kondisi cuaca di lapangan.
Ia menjelaskan, cuaca menjadi salah satu tantangan selama proses pencarian. Pada hari pertama dan kedua sebelumnya, operasi terkendala kondisi Gunung Anak Krakatau yang belum kondusif. Selanjutnya, mulai hari ketiga hingga keenam, tim menghadapi kendala kabut.
"Pada hari kelima, helikopter masih dapat melakukan pencarian namun dengan jarak pandang sekitar 1,5 kilometer pada ketinggian 500 kaki. Namun, pada hari keenam, helikopter yang telah disiapkan tidak dapat diterbangkan karena kondisi kabut," paparnya.
Amrad juga mengatakan metode penyelaman belum dapat dilakukan karena titik keberadaan korban maupun kapal cepat yang digunakan belum diketahui keberadaannya secara pasti.
"Kalau untuk metode penyelaman karena titik korban belum kita temukan, belum bisa kita pastikan untuk penyelaman. Namun tim kami tetap siap sampai dengan hal tersebut," ucapnya.
Sebelumnya, delapan orang yang masih dalam pencarian berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Tiga orang lainnya adalah Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.
Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap delapan orang tersebut dan mengevaluasi setiap temuan yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai keberadaan mereka.