Solok (ANTARA) - Tim SAR gabungan menemukan korban terakhir yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sehingga operasi pencarian dan pertolongan atau SAR resmi dihentikan pada Jumat (25/9).
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin di Solok, Jumat, mengatakan korban bernama Agusra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat siang sekitar pukul 11.00 WIB di belakang Kantor Bupati Solok.
“Pada hari pertama operasi pencarian telah ditemukan satu orang meninggal dan pada Jumat pukul 11.00 WIB korban kedua bernama Agusra sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.
Ia mengatakan sejak bencana banjir bandang terjadi terdapat dua orang yang dilaporkan hilang dan keduanya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban pertama bernama Daffa ditemukan pada hari pertama operasi pencarian, sedangkan Agusra ditemukan pada hari kelima pencarian oleh tim SAR gabungan.
Baca juga: Kepala BNPB minta 14 hari tanggap darurat Solok dioptimalkan
Dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, kata dia, tidak ada lagi korban yang menjadi target pencarian dalam operasi SAR khusus banjir bandang di Kabupaten Solok.
“Sudah tidak ada target ataupun korban yang harus kita lakukan pencarian dan penyelamatan, maka operasi SAR secara khusus sudah selesai,” ujarnya.
Meski operasi SAR khusus dihentikan, Basarnas bersama potensi SAR tetap bersiaga di wilayah terdampak bencana untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
Ia mengatakan personel Basarnas dan potensi SAR tetap berada di wilayah terdampak untuk memberikan bantuan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Basarnas beserta potensi SAR dan Tim SAR Gabungan senantiasa standby mengantisipasi seandainya ada kebutuhan yang bersifat mendesak,” katanya.
Ia menambahkan masyarakat dapat melaporkan apabila terdapat informasi baru terkait korban maupun kondisi yang membutuhkan penanganan tim SAR di wilayah terdampak banjir bandang.
Baca juga: Sejumlah ASN Solok kerja dari rumah setelah kantor tertimbun banjir
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.