Sorong (ANTARA) - Tim SAR Sorong mengevakuasi 10 orang yang selamat dari kecelakaan kapal cepat milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak yang tenggelam di perairan Kampung Siri-Siri, Distrik Inawatan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Sorong Hidayat di Sorong, Selasa, mengatakan seluruh korban berhasil dievakuasi menggunakan perahu karet ke kapal penyelamat (Rescue Boat) 221 pada Selasa (13/10) dini hari.

“Seluruh korban berhasil dievakuasi ke Rescue Boat 221 pada pukul 00.32 WIT. Selanjutnya, kapal penyelamat melanjutkan pelayaran menuju Kokas karena para korban berasal dari daerah tersebut,” katanya.

Pihaknya menerima informasi kecelakaan kapal dari keluarga korban pada Senin (12/10) pagi. Berdasarkan laporan yang diterima, kapal cepat tersebut tenggelam sekitar pukul 05.45 WIT di perairan Kampung Siri-Siri.

Masyarakat setempat yang mengetahui kejadian itu sekitar pukul 07.00 WIT langsung menggunakan long boat untuk mengevakuasi orang-orang yang berada di kapal tersebut.

Tim SAR kemudian mengerahkan Rescue Boat 221 dari Sorong menuju lokasi kejadian. Namun, proses evakuasi terkendala gelombang dan kabut asap yang menyebabkan jarak pandang di perairan hanya sekitar 300 hingga 500 meter.

Hidayat mengatakan tim SAR akhirnya menggunakan perahu karet untuk memindahkan para korban dari lokasi evakuasi menuju kapal penyelamat.

"Pada Selasa (13/10) sekitar pukul 05.00 WIT Rescue Boat 221 tiba di Kokas dan menyerahkan seluruh korban kepada pihak keluarga," jelasnya.

Ia menyebutkan 10 orang yang berada di kapal tersebut, termasuk pengemudi, tidak mengalami luka-luka. Sementara itu kapal cepat tersebut juga diketahui mengangkut satu jenazah yang hendak dibawa ke Kokas.

Terkait penyebab tenggelamnya kapal, Hidayat mengatakan pihaknya belum memperoleh informasi pasti mengenai faktor yang memicu kecelakaan tersebut, termasuk kemungkinan kebocoran atau menabrak karang.

Menurut dia, kapal cepat tersebut dinilai memiliki konstruksi yang layak untuk pelayaran dan dilengkapi dua mesin berkapasitas masing-masing 250 daya kuda. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui.

Menyikapi kondisi kabut asap yang turut mengurangi jarak pandang di laut, Hidayat mengimbau para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di perairan agar lebih berhati-hati saat bernavigasi.

Ia mengingatkan pengalaman berlayar tidak serta-merta menghilangkan risiko kecelakaan, terutama ketika kondisi cuaca dan jarak pandang berada di bawah keadaan normal.

“Kami mengimbau masyarakat yang mencari nafkah di laut agar tetap berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca serta jarak pandang untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tim SAR evakuasi 10 korban kapal tenggelam di perairan Sorong Selatan

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.