Padang (ANTARA) - Tim dosen dari Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner, Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang (UNP), memberi pelatihan membuat kudapan berbahan pangan lokal kepada masyarakat Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan yang mengusung tema "Optimalisasi Pengolahan Kudapan Berbasis Pangan Lokal: Upaya Peningkatan Ekonomi Keluarga dan Pencapaian Ketahanan Pangan (SDGs 2 dan 8)" ini, merupakan bagian dari skema program integrasi antara program studi dengan nagari, sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.
Program ini diketuai Dr. Wiwik Gusnita, S.Pd., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UNP.
Tim pengabdian juga melibatkan dosen lain sebagai anggota, yakni Dr. Kasmita, S.Pd., M.Si., Ade Irferamuna, S.Pd., M.Pd., CHE., Cici Andriani, M.Pd., Youmil Abrian, S.E., M.M., dan Waryono, S.Pd., M.M.Par.
Dalam kegiatan yang digelar pada 22-23 Agustus lalu, tim dosen memberikan pelatihan kepada ibu-ibu dan warga Nagari Koto Tinggi, mengenai teknik pengolahan bahan pangan lokal, menjadi aneka kudapan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Pelatihan ini dirancang agar hasil pertanian dan pangan khas daerah, tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk mentah atau sederhana, tetapi dapat diolah menjadi produk kuliner bernilai tambah yang mampu menopang perekonomian keluarga.
Ketua tim pengabdian, Dr. Wiwik Gusnita, menjelaskan bahwa potensi pangan lokal di Nagari Koto Tinggi, selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Melalui pendampingan pengolahan kudapan, masyarakat diharapkan dapat menciptakan produk olahan yang variatif, tahan lama, dan siap dipasarkan, sehingga turut mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru.
Kegiatan ini sejalan dengan capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan ke-2 (Tanpa Kelaparan), melalui penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, serta Tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui peningkatan keterampilan warga yang bermuara pada tumbuhnya usaha ekonomi produktif di tingkat rumah tangga.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya diberikan materi dan demonstrasi pengolahan kudapan, tetapi juga praktik langsung membuat produk olahan pangan lokal, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga strategi pengemasan dan pemasaran sederhana.
Pendekatan ini, bertujuan agar ilmu yang diberikan dapat langsung diterapkan dan berkelanjutan setelah kegiatan pengabdian berakhir.
Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UNP, yang berperan aktif membantu jalannya pelatihan, mulai dari persiapan bahan dan alat, pendampingan praktik bersama warga, hingga dokumentasi kegiatan.
Keterlibatan mahasiswa ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mereka untuk mengasah keterampilan kuliner, sekaligus kepekaan sosial dalam bekerja langsung bersama masyarakat.
Pihak Nagari Koto Tinggi menyambut baik kegiatan ini, dan berharap kerja sama dengan UNP dapat terus berlanjut, mengingat besarnya potensi pangan lokal di daerah tersebut, yang masih memerlukan sentuhan inovasi dan pengembangan keterampilan pengolahan agar bernilai ekonomi lebih tinggi.
Kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat nagari dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
