REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Tim DISABI Smart Accessibility dari Universitas Nusa Mandiri (UNM) merampungkan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan dan Pelaporan (PKP2) Program Kreativitas Mahasiswa-Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) 2026 pada Rabu (16/9/2026).
Dalam tahapan evaluasi nasional ini, tim mahasiswa dari Kampus Digital Bisnis tersebut mempresentasikan perkembangan program dan prototipe inovasi Smart Accessibility. Inovasi ini dirancang khusus untuk meningkatkan aksesibilitas moda transportasi publik bagi masyarakat.
Pengembangan konsep terus dilakukan melalui komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna mengumpulkan masukan. Langkah ini diambil untuk memastikan gagasan teknologi yang diusung tidak berhenti pada konsep, tetapi siap diimplementasikan.
Ketua Tim DISABI UNM, Muhammad Rizky Pradityanto, menyatakan sesi evaluasi PKP2 memberikan banyak catatan berharga bagi pengembangan program. Pihaknya berkomitmen memanfaatkan hasil evaluasi sebagai pijakan menuju tahapan kompetisi selanjutnya.
“PKP2 menjadi momentum bagi kami untuk melihat kembali perjalanan DISABI secara keseluruhan. Kami mendapatkan banyak masukan yang sangat berarti untuk menyempurnakan gagasan. Target kami adalah memberikan performa terbaik dan siap menuju PIMNAS 2026,” ujar Rizky, Ketua Tim DISABI UNM.
Dosen Pendamping Tim DISABI UNM, Johan Hendri Prasetyo, mengapresiasi konsistensi para mahasiswa dalam merespons masukan selama proses pendampingan. Menurutnya, fokus utama pendampingan terletak pada keberlanjutan inovasi yang dikembangkan.
“DISABI merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi dan kerja sama tim. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi, memperkuat hasil yang telah dicapai, dan memastikan setiap masukan dapat diterjemahkan menjadi perbaikan yang konkret,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (22/9/2026).
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Program Studi (prodi) Bisnis Digital UNM, Lia Mazia. Pihak program studi berkomitmen untuk terus memfasilitasi pengembangan potensi mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami bangga melihat mahasiswa mampu membawa gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat. PKP2 bukanlah akhir perjalanan, dan kami dari Program Studi Bisnis Digital akan terus memberikan dukungan,” jelasnya.
Keberhasilan melewati tahap PKP2 ini menjadi pijakan penting bagi Tim DISABI UNM untuk mematangkan persiapan teknis. Penyempurnaan inovasi secara berkelanjutan diharapkan dapat membawa karya inklusif ini bersaing di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026.