Jakarta, CNN Indonesia --
Badak putih utara (northern white rhino) berada di ambang kepunahan setelah jumlahnya kini hanya tersisa dua ekor betina.
Keduanya adalah Najin dan anaknya, Fatu, yang hidup di Ol Pejeta Conservancy, Kenya, di bawah penjagaan bersenjata.
Upaya mempertahankan subspesies ini melalui teknologi reproduksi berbantu juga belum membuahkan kelahiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Space Daily, konsorsium yang berupaya menyelamatkan badak putih utara telah menghasilkan 39 embrio murni badak putih utara di laboratorium.
Hingga April 2026, enam embrio telah dipindahkan ke induk pengganti badak putih selatan di Kenya. Namun, belum satu pun menghasilkan kehamilan yang bertahan.
Seluruh pengambilan sel telur terbaru berasal dari Fatu yang kini berusia 26 tahun.
Najin lahir di sebuah taman safari di Republik Ceko pada 11 Juli 1989, sementara Fatu lahir pada 29 Juni 2000.
Keduanya tidak dapat mengandung anak, sehingga sel telur mereka harus dibawa ke laboratorium dan embrio kemudian ditanamkan ke badak putih selatan sebagai induk pengganti.
Badak putih utara dulunya tersebar di sebagian wilayah Uganda barat laut, Chad selatan, Sudan Selatan, Republik Afrika Tengah bagian timur, hingga Republik Demokratik Kongo bagian timur laut.
Perburuan untuk mendapatkan cula disebut menjadi ancaman utama terhadap populasi hewan ini.
Konflik bersenjata di sebagian besar wilayah persebarannya turut memperburuk keadaan karena menghambat upaya perlindungan dan konservasi.
Pilihan Redaksi
- Kisah Sampurna, Orangutan yang Diselamatkan dari Kebakaran Kalimantan
- El Nino Ekstrem Bikin Nyamuk Makin Banyak, Apa Alasannya?
- Fosil di Sulawesi Ungkap Jejak Penggunaan Obat Psikoaktif Tertua Dunia
Empat individu liar terakhir terlihat di Taman Nasional Garamba, Republik Demokratik Kongo, pada Agustus 2005.
Tanda-tanda keberadaan mereka masih ditemukan hingga 2007. Sempat muncul laporan yang belum terkonfirmasi tentang tiga badak putih di Sudan selatan pada 2008, tetapi survei pada Juni tahun tersebut tidak menemukan mereka.
Pada Desember 2009, empat badak putih utara yang terdiri dari dua jantan dan dua betina dipindahkan dari Safari Park Dvur Kralove di Republik Ceko ke Ol Pejeta.
Pemindahan itu diharapkan bisa mendorong mereka berkembang biak dalam habitat yang lebih alami.
Namun, salah satu badak jantan bernama Suni mati pada Oktober 2014 akibat sebab alami.
Badak jantan lainnya, Sudan, mati pada 19 Maret 2018 karena usia tua. Sudan merupakan ayah Najin sekaligus kakek Fatu.
Pada 2014, Fatu dan Najin didiagnosis mengalami gangguan serius pada sistem reproduksi.
Keduanya pernah terlihat kawin di Ol Pejeta, tetapi tidak pernah berhasil hamil.
Konsorsium menyebut gangguan tersebut kemungkinan sudah berlangsung cukup lama sebelum akhirnya terdeteksi.
Fatu masih menghasilkan oosit atau sel telur dan sejak Oktober 2021 menjadi satu-satunya donor sel telur dalam program tersebut.
Najin dihentikan dari program pengambilan sel telur setelah menjalani tiga prosedur tanpa menghasilkan embrio.
Meski keduanya tidak dapat membawa kehamilan, sel telur Fatu masih dapat diambil dan dibuahi di luar tubuh.
Oleh karena itu, embrio kemudian ditanamkan ke badak putih selatan yang masih berkerabat dekat sebagai induk pengganti.
Pengambilan sel telur pertama dari Fatu dan Najin dilakukan pada 22 Agustus 2019.
Enam tahun kemudian, hingga Agustus 2025, konsorsium mencatat Fatu telah menjalani 21 kali pengambilan oosit. Saat itu sebanyak 38 embrio murni badak putih utara telah dihasilkan.
Pengambilan sel telur berikutnya pada awal 2026 menghasilkan satu embrio tambahan sehingga total menjadi 39.
Sel-sel telur tersebut dimatangkan dan dibuahi di laboratorium Avantea di Cremona, Italia.
[Gambas:Video CNN]
Pembuahan dilakukan menggunakan sperma beku dari badak putih utara jantan yang telah mati.
Namun, angka 39 tersebut merupakan jumlah embrio yang pernah dihasilkan, bukan jumlah embrio yang masih tersimpan saat ini, karena enam di antaranya sudah digunakan dalam upaya transfer embrio.
Najin tidak menghasilkan embrio dari tiga prosedur pengambilan oosit yang dijalaninya.
Tiga embrio pertama yang dihasilkan pada prosedur 2019 seluruhnya berasal dari Fatu.
(lom)