REPUBLIKA.CO.ID, ENDE — Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Jawa Timur terus bergerak membantu penyintas gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim relawan yang diterjunkan sejak 18 Agustus 2026 memberikan layanan kesehatan, pengobatan, hingga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak.
Tim BSMI Jawa Timur yang terdiri dari Abdul Wahid Alfin, S.Farm, Apt. selaku koordinator, dr Ferry Eko Santoso, Nuzulul Zulkarnain Haq, S.Kep., Ns, serta Slamet Hariyadi bergerak di sejumlah lokasi terdampak di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.
Abdul Wahid mengatakan, kehadiran tim BSMI Jawa Timur merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa, khususnya para penyintas yang tinggal di lokasi pengungsian.
"Kami terus bergerak mendatangi lokasi pengungsian untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. Selain layanan kesehatan dan pengobatan, kami juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak," ujar Abdul Wahid, Koordinator Tim BSMI Jawa Timur untuk Gempa NTT.
Pada 18 Agustus, tim membuka posko kesehatan di Kabupaten Sikka. Selanjutnya, para relawan melakukan program layanan kesehatan di Pos Pengungsian Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 82 pasien mendapatkan layanan kesehatan dan pengobatan. Keluhan yang banyak ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sakit kepala, diare, dan gatal-gatal.
Tim kemudian melanjutkan aksi kemanusiaan ke Kabupaten Ende pada 19 Agustus. Di Pos Pengungsian Kelurahan Paopanda, Kecamatan Ende Selatan, sebanyak 45 penyintas mendapatkan layanan kesehatan dan pengobatan.
Kasus yang banyak ditemukan di lokasi tersebut meliputi sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan keluhan rematik. Selain layanan kesehatan, BSMI Jawa Timur juga menyalurkan bantuan sembako kepada penyintas gempa yang berada di pos pengungsian Kabupaten Ende. Bantuan tersebut diberikan kepada 130 kepala keluarga (KK).