Bangkok -
Bangkok masih bergulat dengan banjir setelah diguyur hujan deras selama hampir dua hari. Dampaknya tak hanya terasa di jalanan dan permukiman warga, pemerintah Thailand bahkan menetapkan libur khusus selama dua hari untuk mengurangi kemacetan dan mobilitas masyarakat.
Meski demikian, ibu kota Thailand itu belum menutup diri bagi wisatawan. Bandara, hotel, restoran, pusat perbelanjaan, hingga sebagian besar layanan wisata masih beroperasi, meski turis diminta mengantisipasi keterlambatan perjalanan akibat genangan dan lalu lintas yang padat.
Tourism Authority of Thailand (TAT) menyatakan layanan pariwisata dan fasilitas wisata di Bangkok tetap berjalan normal. Namun kondisi di lapangan berbeda-beda di setiap wilayah karena banjir masih memengaruhi sejumlah ruas jalan dan akses transportasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengunjung disarankan menyediakan waktu perjalanan lebih panjang dan memeriksa kondisi cuaca, lalu lintas, serta transportasi umum sebelum bepergian," demikian imbauan TAT, dikutip dari Pattaya Mail, Senin (28/9/2026)
Pemerintah Thailand juga mengambil langkah khusus dengan menetapkan libur selama dua hari di Bangkok, yakni pada 28 dan 29 September. Menurut pemerintah, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi perjalanan masyarakat sekaligus membantu mengurangi gangguan lalu lintas akibat banjir.
"Langkah ini bertujuan mengurangi perjalanan dan meringankan gangguan lalu lintas yang dialami masyarakat," kata pemerintah Thailand.
Meski ada libur khusus, sejumlah layanan publik dan urusan pemerintahan yang dianggap penting tetap dapat berjalan sesuai kebutuhan masing-masing instansi.
Bangkok dikepung banjir pada 27 September. Pemerintah menetapkan dua hari libur pada 28 dan 29 September (Getty Images/Mailee Osten-Tan)
Sebelumnya, Bangkok Metropolitan Administration (BMA) menetapkan seluruh wilayah Bangkok sebagai kawasan terdampak bencana setelah hampir 300 milimeter hujan mengguyur kota itu dalam waktu 48 jam. Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan banjir di sejumlah jalan utama dan membuat beberapa kendaraan sempat terendam.
Kondisi mulai membaik pada Minggu setelah intensitas hujan menurun. Genangan di sejumlah kawasan mulai surut, namun sebagian warga masih dilaporkan terisolasi di rumah mereka.
Bandara Tetap Beroperasi
Bagi wisatawan, kabar baiknya adalah Bandara Suvarnabhumi (BKK) dan Don Mueang (DMK) tetap beroperasi normal.
Meski begitu, akses jalan menuju kedua bandara masih berpotensi terganggu akibat genangan dan kemacetan. Karena itu, wisatawan diminta memeriksa status penerbangan langsung ke maskapai dan mengalokasikan waktu perjalanan lebih panjang dari biasanya.
Untuk menuju Bandara Suvarnabhumi, penumpang disarankan menghindari kawasan Lat Krabang yang masih mengalami genangan cukup parah. Sebagai alternatif, wisatawan dapat menggunakan Motorway No. 7 atau Burapha Withi Expressway.
Pihak bandara mengimbau penumpang penerbangan internasional tiba setidaknya tiga jam sebelum keberangkatan, sementara penumpang domestik disarankan tiba dua jam lebih awal.
Hujan deras mengguyur Bangkok, Thailand, pada Sabtu (26/9/2026). Intensitas hujan membuat sejumlah ruas jalan di ibu kota Thailand tergenang air. (Patipat Janthong/Reuters)
Airport Rail Link yang menghubungkan Suvarnabhumi dengan pusat kota Bangkok juga masih beroperasi dan dapat menjadi pilihan untuk menghindari kemacetan jalan raya.
Sementara itu, akses menuju Bandara Don Mueang juga masih terbuka. Wisatawan yang bepergian melalui bandara tersebut dapat memanfaatkan Don Muang Tollway yang terhubung langsung ke terminal penumpang.
BTS dan MRT Jadi Alternatif
Di tengah kondisi lalu lintas yang tidak menentu, TAT menyarankan wisatawan memanfaatkan transportasi berbasis rel.
Layanan BTS Skytrain dan MRT tetap beroperasi dan menjadi pilihan yang lebih dapat diandalkan dibanding perjalanan darat di sejumlah kawasan yang terdampak banjir.
Selain itu, layanan kereta Red Line rute Krung Thep Aphiwat-Rangsit dan Krung Thep Aphiwat-Taling Chan juga telah kembali beroperasi normal. Jalur Krung Thep Aphiwat-Rangsit melayani akses menuju Bandara Don Mueang sehingga dapat menjadi alternatif bagi wisatawan.
Bus bandara BMTA rute A1 hingga A4 juga masih beroperasi, meski kemungkinan mengalami keterlambatan akibat kondisi jalan. Otoritas setempat juga memindahkan sementara titik naik-turun penumpang ke Service Hall bandara.
Sebagian Jalur Kereta Antar-Kota Terdampak
Bagi wisatawan yang berencana melanjutkan perjalanan ke kota lain di Thailand menggunakan kereta api, kondisi layanan saat ini berbeda-beda tergantung rute.
State Railway of Thailand (SRT) menyebut Jalur Utara telah kembali dibuka setelah sebelumnya terganggu banjir. Jalur Timur masih ditangguhkan sementara, sedangkan Jalur Timur Laut kembali beroperasi setelah area terdampak berhasil dibuka.
Sementara itu, Jalur Selatan tetap berjalan normal. TAT mengimbau wisatawan untuk terus memantau informasi terbaru sebelum bepergian dan menyiapkan waktu perjalanan yang lebih longgar.
Hujan deras mengguyur Bangkok, Thailand, pada Sabtu (26/9/2026). Intensitas hujan membuat sejumlah ruas jalan di ibu kota Thailand tergenang air. (Patipat Janthong/Reuters)
Wisatawan yang membutuhkan bantuan juga dapat menghubungi TAT Contact Centre atau Tourist Police untuk mendapatkan informasi terkini.
Meski banjir masih terjadi di sejumlah titik, Bangkok tetap menerima wisatawan. Namun untuk sementara waktu, fleksibilitas jadwal dan perencanaan perjalanan yang matang menjadi kunci agar liburan tetap berjalan lancar di tengah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video Badan Geologi Ingatkan Ancaman Gas Beracun di Jalur Pendakian Papandayan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)