Taruna Bakti rampung, kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat Gumas diharap terus terjaga
Taruna Bakti rampung, kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat Gumas diharap terus terjaga
Sabtu, 8 Agustus 2026 16:03 WIB
Suasana perpisahan taruna dan siswa usai pelaksanaan program Taruna Bakti 2026 di SRT 54 Gumas di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, Jumat (7/8/2026). (ANTARA/HO-SRT 54 Gumas)
Kuala Kurun (ANTARA) - Program Taruna Bakti 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 54 Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah yang dimulai sejak 3 Agustus 2026 resmi berakhir pada 7 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Gumas Baryen saat dihubungi dari Kuala Kurun, Sabtu, menjelaskan program dari Kementerian Sosial yang berkolaborasi dengan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian ini bertujuan untuk membina karakter siswa Sekolah Rakyat.
"Di Gumas, program Taruna Bakti 2026 dijalankan oleh Akpol," sambungnya.
Kegiatan ini dijalankan bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun pelajaran 2026/2027, bertujuan membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan SRT 54 Gumas.
Sebanyak 231 peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 mengikuti MPLS di Sekolah Rakyat yang terletak di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, dengan rincian jenjang SD 90 siswa, SMP 90 siswa dan SMA 51 siswa.
Jika digabung dengan 100 peserta didik rintisan yang telah mengikuti pendidikan sejak September 2025, total peserta didik SRT 54 Gumas saat ini mencapai 331 orang.
Baca juga: Pemkab Gumas mulai Intervensi Serentak Percepatan Penurunan Stunting 2026
Selama masa pengenalan itulah, para taruna Akpol mengajarkan kebiasaan-kebiasaan dasar seperti kerapian asrama, cara berpakaian, hingga latihan baris-berbaris, bertujuan membentuk karakter dan kedisiplinan siswa.
Baryen menilai penugasan taruna Akpol relevan untuk SR yang menerapkan sistem asrama. Sebab, para taruna sudah terbiasa dengan kehidupan berasrama, sehingga kebiasaan disiplin itu diharapkan dapat menular kepada siswa baru SR.
Di sisi lain, ia mengakui sempat muncul kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait potensi pendekatan fisik dalam pembinaan tersebut. Namun pihak penyelenggara menegaskan kegiatan tersebut murni untuk pembentukan karakter siswa, bukan pendekatan fisik.
Terlepas dari kekhawatiran itu, ia menyebut upaya membangun kedisiplinan dan karakter siswa ini sejalan dengan program unggulan Bupati Jaya S Monong dan Wakil Bupati Efrensia LP Umbing, yakni Tambun Bungai Cerdas.
Ia berharap pola disiplin yang diperkenalkan taruna tidak berhenti begitu program usai, melainkan terus diajarkan secara rutin oleh tenaga pendidik dan wali asrama, hingga menjadi bagian dari karakter siswa SR.
Sebelum program berjalan, rombongan lima Taruna Akpol beserta perwira pendamping tiba di Gumas pada Sabtu (1/8). Kedatangan mereka diterima langsung oleh Kapolres AKBP Arum Sari Puspita Dewi bersama perwakilan Dinas Sosial setempat. Saat itu Kapolres Gumas berpesan kepada para taruna agar memanfaatkan kegiatan tersebut dengan baik.
"Bangun komunikasi yang humanis, jaga sikap dan kedisiplinan, serta jadikan setiap kegiatan sebagai pengalaman dalam memahami pelayanan kepolisian yang dekat dengan masyarakat," demikian Arum.
Baca juga: Genset tidak stabil diduga picu kebakaran rumah warga Petak Bahandang Gumas
Baca juga: Pemkab Gumas canangkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih
Baca juga: Pemkab Gunung Mas perbaiki bronjong oprit Jembatan Rasau
Pewarta : Chandra
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.