Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:27 WIB
VIVA – Persaingan memperebutkan gelar juara umum 76 Ultimate Downhill 2026 memasuki babak penentuan. Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, akan menjadi arena pertarungan seri ketiga sekaligus penutup kompetisi yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Baca Juga
Seri pamungkas ini diprediksi menghadirkan persaingan sengit, terutama di kelas Men Elite dan Men Junior. Para pebalap downhill masih memiliki peluang untuk mengubah posisi klasemen sebelum musim kompetisi berakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ajang besutan 76Rider tersebut sebelumnya telah melewati dua seri di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta, dan Arjuno Bike Park, Pasuruan. Perbedaan karakter lintasan dalam kompetisi tahun ini turut membuat persaingan semakin terbuka.
Baca Juga
Di kelas Men Elite, Agung Prio Apriliano untuk sementara memimpin klasemen dengan 510 poin. Ia dibayangi Putra Ganda Arrozak yang mengoleksi 400 poin.
Sementara itu, Yosi Saputro menempati posisi ketiga dengan 267 poin, diikuti Andy Prayoga dengan 262 poin dan Mohammad Abdul Hakim yang mengumpulkan 220 poin.
Baca Juga
Perwakilan penyelenggara 76Rider, Agnes C. Wuisan, menilai perubahan lintasan menjadi salah satu faktor yang membuat kompetisi tahun ini lebih dinamis dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Menurutnya, sekitar 70 persen lintasan yang digunakan tahun ini berbeda dari musim-musim sebelumnya. Kondisi tersebut menuntut para pebalap beradaptasi lebih cepat, tidak sekadar mengandalkan ingatan terhadap jalur.
“Terjadi persaingan yang dinamis, tidak hanya di Men Elite tetapi juga di semua kelas. Penyebabnya adalah 70 persen lintasan tahun ini berbeda dengan dua tahun ke belakang. Ketika faktor hafalan tidak lagi ada di benak rider, mereka harus menyusun strategi baru menghadapi kejuaraan,” kata Agnes.
Ia menambahkan, kemampuan membaca lintasan, menentukan strategi, serta memperhitungkan aspek teknis dan nonteknis akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.
Perebutan Gelar Juara Umum Masih Terbuka
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Agnes menilai persaingan di kelas Men Elite masih berpotensi menghadirkan kejutan pada seri terakhir. Agung Prio dan Putra Ganda memang berada di posisi teratas, tetapi peluang sejumlah pebalap lain belum sepenuhnya tertutup.
Ia mengingatkan persaingan musim lalu menjadi bukti bahwa posisi klasemen menjelang seri terakhir belum tentu menentukan siapa yang keluar sebagai juara umum.
Halaman Selanjutnya
“Berkaca dari tahun lalu, Pahraz Salman Alparisi menguasai klasemen hingga seri kedua tahun lalu tetapi Pandu Satrio Perkasa yang keluar sebagai juara umum. Namun, tahun ini berganti menjadi Agung Prio, Putra Ganda, dan Yosi Saputro, nama-nama yang tahun lalu bahkan tidak terdengar,” ujar Agnes.