Tambah frekuensi patroli TPA, salah satu strategi Bekasi cegah kebakaran TPA Burangkeng - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menerapkan strategi khusus untuk mencegah terjadinya insiden kebakaran yang berpotensi melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng seluas 14 hektare di Kecamatan Setu terutama saat musim kemarau.
"Kita perkuat antisipasi kebakaran dengan meningkatkan patroli siang dan malam serta menyiagakan sarana pemadaman," kata Kepala UPTD TPA Burangkeng Samsuro Mandiansyah di Cikarang, Selasa.
Dia mengatakan penguatan sistem pengawasan dilakukan sebagai langkah preventif menyusul insiden kebakaran pada sejumlah tempat pembuangan akhir sampah di berbagai daerah Indonesia.
"Kami sudah mendapat alarm dari beberapa TPA di Indonesia yang mengalami kebakaran, seperti di Tangerang dan Depok. Dari situ kami melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir potensi kebakaran di TPA Burangkeng," ujarnya.
Ia menjelaskan patroli rutin dilakukan untuk memantau titik-titik yang dinilai rawan muncul percikan api disertai edukasi kepada seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan TPA Burangkeng guna menjaga keselamatan kawasan.
Sosialisasi dilakukan kepada para pemulung dan masyarakat sekitar diperkuat dengan pemasangan sejumlah media informasi berisi imbauan larangan merokok, membakar sampah sembarangan serta segera melapor apabila melihat ada percikan api.
Samsuro memastikan sistem pengawasan dijalankan selama 24 jam penuh setiap harinya dengan skema pergantian personel. Padi pagi hingga siang hari, tujuh petugas memantau setiap satu jam sekali di titik-titik rawan begitu pula tujuh petugas lain yang juga disiagakan malam hari.
"Ada pergantian shift sehingga pemantauan berlangsung terus-menerus. Petugas secara berkala berkeliling ke titik-titik berpotensi menimbulkan kebakaran," katanya.
Dari aspek percepatan penanganan kondisi darurat kebakaran, UPTD TPA Burangkeng juga telah menyiagakan dua unit mobil truk tangki air, dua pompa portabel serta koordinasi intensif bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi.
"Dua mobil truk tangki air sudah kami siapkan. Jadi ketika ada percikan api, kendaraan tersebut langsung bergerak menuju lokasi agar api bisa segera dikendalikan," jelasnya.
Skema penanganan kondisi darurat juga melibatkan alat berat berupa ekskavator yang selalu disiagakan di lokasi. Alat tersebut berfungsi membantu membuka akses sekaligus menutup titik api menggunakan material timbunan agar penyebaran kebakaran dapat diminimalkan.
"Langkah pertama ketika terjadi kebakaran adalah mengerahkan dua truk tangki air dan ekskavator yang sudah stand by. Kami juga langsung berkoordinasi dengan Damkar sehingga penanganan bisa dilakukan secara cepat dan terukur," katanya.
Pihaknya juga terus melakukan penataan zona pembuangan melalui sistem sanitary landfill dan pembuatan terasering dengan tujuan mengurangi risiko muncul titik panas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau.
"Sampah yang masih lembap kami tempatkan di bagian atas sebagai salah satu upaya mengantisipasi kebakaran. Musim kemarau sekarang memang cukup ekstrem sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan," katanya.
Dia turut mengajak warga sekitar, para pemulung, maupun seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan TPA Burangkeng untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dengan mematuhi seluruh aturan yang telah diterapkan.
"Harapannya seluruh pihak selalu menaati peraturan yang telah kami sampaikan, khususnya berkaitan dengan pencegahan kebakaran. Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat menjaga TPA Burangkeng tetap aman selama musim kemarau," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.