Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:03 WIB
Jakarta, VIVA – Ole Romeny tidak selalu harus menjadi pemain yang mencetak gol untuk memberikan dampak bagi Timnas Indonesia. Di FIFA ASEAN Cup 2026, penyerang Fortuna Sittard itu justru menunjukkan peran pentingnya melalui umpan-umpan matang yang berujung gol.
Baca Juga
Ole selalu tampil sebagai starter dalam empat pertandingan Indonesia di turnamen tersebut. Dari penampilannya itu, ia mencetak satu gol dan menyumbangkan empat assist.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Empat assist Ole seluruhnya diberikan kepada Mitchell Baker. Pemain muda tersebut kemudian menjelma menjadi mesin gol Indonesia dengan torehan lima gol dan menjadi pencetak gol terbanyak Skuad Garuda di turnamen.
Baca Juga
Kontribusi tersebut turut membantu Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda memastikan gelar setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Ole, kontribusi seorang pemain tidak bisa hanya diukur dari jumlah gol yang dicetak. Ia mengaku berusaha memberikan apa pun yang bisa dilakukan demi Timnas Indonesia.
Baca Juga
"Saya hanya melakukan segalanya untuk jersey ini (Timnas Indonesia). Saya berusaha lebih baik dari yang lain, saya berusaha bermain dengan senang dan memberi inspirasi," kata Ole kepada wartawan usai laga.
Tak Masalah Bukan Pencetak Gol Utama
Peran Ole di lini depan Indonesia memang berbeda dengan Baker. Jika Baker lebih sering menjadi target man dan ujung serangan, Ole memiliki kebebasan untuk bergerak mencari ruang sekaligus membuka peluang bagi rekannya.
Ole menjelaskan bahwa dirinya banyak bergerak di sekitar Baker. Ketika melihat rekannya mulai berlari mencari ruang, ia memilih mengirimkan bola daripada memaksakan diri menyelesaikan peluang sendiri.
"Ya, dia seperti seorang target man, sedangkan saya lebih seperti pemain yang memiliki peran bebas," ujar Ole.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jadi, saya bergerak di sekelilingnya. Ketika saya melihat dia berlari, saya tinggal memberikan bola kepadanya dan kami bisa mencetak gol," sambungnya.
Kombinasi tersebut terbukti efektif. Baker mendapatkan suplai bola dari Ole, sementara Ole bisa menjalankan perannya sebagai pemain yang membuka ruang dan menciptakan peluang.
Halaman Selanjutnya
Catatan empat assist dalam satu turnamen menjadi bukti bahwa kontribusi Ole tidak berhenti ketika ia gagal mencetak gol. Ia tetap bisa menjadi pembeda melalui keputusan terakhir sebelum terciptanya gol.