Tak Bergejala Bukan Berarti Aman, Kenali Risiko Kanker pada Perempuan
Jakarta -
Banyak perempuan merasa dirinya sehat karena tidak mengalami keluhan apa pun. Padahal, merasa sehat belum tentu berarti bebas dari risiko penyakit serius.
Faktanya, kanker payudara dan kanker serviks sering kali berkembang tanpa gejala. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang sembuh semakin besar.
Di Indonesia, kanker payudara dan kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan. Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 68.858 kasus baru kanker payudara pada tahun 2020, menjadikannya jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks terdeteksi setiap tahun, dan sekitar 70 persen di antaranya baru diketahui setelah memasuki stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengingatkan masyarakat agar tidak takut menjalani skrining kanker. "Kanker sekarang itu bisa disembuhkan. Cancer is curable. Jadi tidak usah takut bahwa, aduh, kalau kena kanker lebih baik saya tidak diperiksa saja," ujarnya dikutip dari situs resmi Kemenkes, Jumat (7/8/2026).
Di lapangan, tidak sedikit pasien kanker payudara baru datang untuk memeriksakan diri setelah merasakan benjolan atau perubahan pada payudara. Padahal, pada stadium awal penyakit ini kerap berkembang tanpa gejala yang jelas.
"Banyak pasien baru datang untuk memeriksakan diri ketika sudah merasakan benjolan, nyeri, atau perubahan pada payudara, padahal kanker payudara pada stadium awal sering kali belum menimbulkan keluhan yang jelas. Oleh karena itu, skrining rutin dan pemeriksaan yang sesuai dengan usia maupun faktor risiko menjadi langkah penting untuk membantu mendeteksi kelainan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan optimal," jelas dr. Bajuadji Sp.B (K) Onk.
Senada, dr. Denny Sanjaya, Sp.OG, Subsp. Onk, menekankan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan rutin juga tidak kalah penting.
"Kanker serviks umumnya tidak menimbulkan keluhan yang khas pada tahap awal. Karena itu, skrining rutin seperti Pap Smear atau pemeriksaan HPV sangat penting untuk mendeteksi perubahan sel sedini mungkin, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih lanjut," jelasnya.
Pentingnya Pemeriksaan Rutin untuk Cegah Risiko Penyakit
Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan perempuan, termasuk untuk mendeteksi risiko kanker payudara dan kanker serviks sejak dini. Untuk mendukung hal tersebut, Women's Health Center Bethsaida Hospital bagian dari Bethsaida Healthcare menyediakan layanan kesehatan perempuan yang komprehensif dan terintegrasi, mulai dari skrining hingga penanganan sesuai kebutuhan pasien.
Mengusung konsep one stop service yang didukung sistem Electronic Medical Record (EMR) dan pendampingan Personal Care Assistant (PCA), Women's Health Center Bethsaida Hospital menghadirkan pengalaman layanan yang lebih terintegrasi. Dengan begitu, pasien bisa menjalani konsultasi, pemeriksaan, hingga penanganan lanjutan secara lebih nyaman dan efisien dalam satu layanan terpadu.
Kenali Risiko Sebelum Gejala Muncul
Women's Health Center Bethsaida Hospital menyediakan berbagai layanan skrining yang didukung fasilitas diagnostik modern. Untuk membantu mendeteksi kelainan pada payudara sejak tahap awal, tersedia pemeriksaan USG payudara dan mammografi yang bisa disesuaikan dengan usia serta faktor risiko masing-masing pasien.
Untuk skrining kanker serviks, Women's Health Center Bethsaida Hospital menyediakan pemeriksaan Pap Smear ThinPrep dan HPV DNA melalui metode co-testing. Kombinasi pemeriksaan ini membantu mendeteksi perubahan sel abnormal pada leher rahim sekaligus mengidentifikasi infeksi Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi, penyebab utama kanker serviks. Dengan pemeriksaan rutin, kelainan dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih optimal.
Pendampingan Kesehatan Sesuai Kebutuhan Perempuan
Women's Health Center Bethsaida Hospital juga menyediakan layanan kesehatan perempuan yang komprehensif mulai dari konsultasi ginekologi, kesehatan reproduksi, program kehamilan, pemantauan kehamilan, hingga pemeriksaan kesehatan tulang melalui Bone Mineral Densitometry (BMD), terutama bagi perempuan yang memasuki masa menopause dan memiliki risiko osteoporosis. Didukung oleh tim dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpengalaman serta fasilitas modern, setiap pasien bisa memperoleh penanganan yang lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing.
Banyak penyakit pada perempuan, termasuk kanker payudara dan kanker serviks, bisa ditangani dengan lebih baik ketika ditemukan sejak dini. Karena itu, memahami risiko, mengenali pentingnya skrining, dan melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi bagian penting dari investasi kesehatan jangka panjang.
Dengan dukungan layanan yang komprehensif dan terintegrasi, perempuan bisa lebih mudah memperoleh akses terhadap pemeriksaan dan pendampingan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Melalui Women's Health Center di Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Bethsaida Hospital Serang, perempuan bisa memperoleh layanan kesehatan untuk mendukung kebutuhan mereka di setiap tahap kehidupan, mulai dari pencegahan dan deteksi dini hingga penanganan yang komprehensif.
(akd/ega)