Tahanan Polsek Tarakan Barat ditemukan meninggal di kamar mandi sel
Jumat, 18 September 2026 21:30 WIB
Polisi mengevakuasi SRS, tahanan Polsek Tarakan Barat yang ditemukan di kamar mandi dalam keadaan tidak sadar dan dinyatakan telah meninggal setelah diperiksa oleh pihak Rumah Sakit Umum (RSU) dr. H. Jusuf SK Tarakan, Rabu (16/9/2026). (ANTARA/HO-ISTIMEWA)
Tarakan (ANTARA) - Seorang tahanan Kepolisian Sektor (Polsek) Tarakan Barat, Kepolisian Resor (Polres) Tarakan berinisial SRS (42) ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sel, Rabu (16/9) pagi.
Dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Tarakan IPTU Rusli membenarkan kejadian tersebut, namun ia tidak bisa memastikan apakah SRS ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia atau tidak di kamar sel Polsek Tarakan Barat.
“Teman satu sel yang pertama kali melihat. Saat itu SRS sudah tergeletak di kamar mandi, kemudian tahanan tersebut meminta bantuan kepada temannya dan melaporkan kejadian itu kepada petugas jaga,” ujar IPTU Rusli di Tarakan, Jumat.
Setelah mendapat laporan tersebut, jelasnya, petugas kemudian mendatangi sel dan mengevakuasi SRS ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr. H. Jusuf SK Tarakan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, pihak rumah sakit menyatakan SRS telah meninggal dunia.
“Waktu ditemukan memang tidak sadarkan diri, tapi untuk dinyatakan meninggal dunia memang harus dari pihak medis,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, lokasi kamar mandi berada di dalam sel dan dihuni tiga tahanan. Area tersebut, jelasnya, memiliki sekat setengah badan sehingga bagian dalam kamar mandi tidak sepenuhnya terlihat dari tempat tahanan lainnya.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, kata Kasi Humas Polres Tarakan, polisi menemukan sarung di bagian atas bekas pintu kamar mandi. Temuan itu kini menjadi salah satu petunjuk dalam penyelidikan.
“Di lokasi ditemukan sarung di bagian atas bekas pintu kamar mandi. Dugaan sementara mengarah ke percobaan bunuh diri. Tapi kami tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena penyebab kematian harus dipastikan dari hasil pemeriksaan medis dan forensik,” tegasnya.
Polisi, lanjutnya, juga memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di area sel. Dari rekaman tersebut, SRS terlihat masuk ke kamar mandi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WITA.
“Kalau dari CCTV terlihat SRS masuk ke kamar mandi. Perkiraan waktunya sekitar subuh sampai pagi, antara pukul 06.00 sampai 07.00 WITA. Rekaman itu kami periksa untuk melihat aktivitasnya sebelum kejadian,” katanya.
Kemudian, lanjutnya, dua tahanan yang berada dalam satu sel turut dimintai keterangan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi SRS sebelum masuk ke kamar mandi serta aktivitas di dalam sel sebelum ditemukan tidak sadarkan diri. Polisi juga akan meminta keterangan dari pihak keluarga untuk melengkapi penyelidikan.
Hingga kini, kata IPTU Rusli, pihaknya belum menyimpulkan penyebab pasti kematian SRS.
“Penyebab pastinya belum bisa kami sampaikan sebagai kesimpulan. Kita tunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik yang nanti menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematiannya,” katanya.
Diketahui, SRS baru tiga hari berada di ruang tahanan sebelum ditemukan meninggal dunia dan ditahan karena dilaporkan atas dugaan perkara penganiayaan.
Baca juga: Polres Tarakan Berhasil Tangkap Pelaku Penganiayaan, Sebabkan Korban Tewas
Baca juga: Polisi Berhasil Selamatkan Seorang Ibu Paruh Baya Dari Serangan Buaya di Tarakan
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.