Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam keterangan pers di Gedung Putih, Senin (31/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemilih independen di Amerika Serikat (AS) semakin condong ke Partai Demokrat menjelang pemilu paruh waktu pada November, menurut data afiliasi politik triwulanan terbaru Gallup yang dilaporkan Washington Examiner, Sabtu (5/9/2026). Dalam survei kuartal kedua Gallup, 49 persen responden yang tidak mengidentifikasi diri sebagai Republikan maupun Demokrat mengatakan mereka lebih condong ke Demokrat, sementara 39 persen memilih kecenderungan ke Partai Republik.

Keunggulan Demokrat di kalangan pemilih independen tersebut meningkat empat poin persentase sejak kuartal pertama 2025, ketika Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan keduanya. Perubahan serupa juga terlihat di antara pemilih yang secara langsung mengidentifikasi diri dengan salah satu partai politik.

Secara nasional, 31 persen pemilih kini mengidentifikasi diri sebagai Demokrat, meningkat dari 28 persen ketika Trump mulai menjabat. Mayoritas pemilih tetap tidak mengidentifikasi diri sebagai Republikan maupun Demokrat.

Menurut The New York Times, angka tersebut memberi Demokrat keunggulan terbesar atas Partai Republik sejak 2008. Penurunan sembilan poin sejak kuartal keempat 2022 di kalangan pemilih independen yang condong ke Partai Republik dapat menjadi tantangan bagi kandidat Republikan untuk menarik pemilih moderat.

Tingkat kepuasan terhadap kinerja Trump juga terus menurun selama masa jabatan keduanya, menambah kekhawatiran Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu. Trump sebelumnya banyak berkampanye mengenai tingginya biaya hidup yang muncul pada masa pemerintahan mantan Presiden Joe Biden. Namun, inflasi tetap berada di atas target 2 persen Bank Sentral AS sejak konflik di Iran dimulai pada Februari.

Pemilih semakin menyebut ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan biaya akibat gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz sebagai alasan berkurangnya dukungan terhadap Trump.

Di sisi lain, Partai Republik berharap tokoh-tokoh sosialis yang menonjol di Partai Demokrat, termasuk Wali Kota New York Zohran Mamdani dan kandidat Demokrat untuk Senat AS dari Michigan, Abdul el Sayed, dapat membantu mereka dalam persaingan ketat di sejumlah daerah. Komite Nasional Partai Republik menggelar konvensi bergaya kampanye di Texas pekan ini untuk mempromosikan apa yang mereka sebut sebagai pertentangan antara "akal sehat versus kegilaan."

Survei Gallup tersebut menggunakan sampel acak gabungan terhadap lebih dari 3.000 orang dewasa di AS dengan margin kesalahan sebesar dua poin persentase.

sumber : Antara, Anadolu, Sputnik/RIA Novosti