Sumba Barat Daya menggandeng Undana siapkan lahan pembibitan ternak
Senin, 12 Oktober 2026 11:58 WIB
Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Dominikus Alphawan Rangga Kaka (kedua kiri) saat bersama tim dari Undana meninjau lahan yang dijadikan lokasi pengembangan pembibitan ternak. ANTARA/Ho-Undana
Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyiapkan kajian teknis pengembangan pusat pembibitan ternak (breeding centre) di Desa Umbu Wango, Kecamatan Wewewa Selatan.
Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka mengatakan pengembangan lahan itu guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan hibah seluas sekitar 100 hektare yang belum dimanfaatkan sejak 2018.
"Kajian tersebut merupakan tindak lanjut peninjauan lapangan oleh tim Undana dan Pemkab SBD sekaligus merespons aspirasi masyarakat yang mengharapkan kepastian pemanfaatan lahan untuk mendukung perekonomian desa," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin.
Anggota Tim Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama Undana Dominggus B Osa mengatakan lokasi tersebut memiliki potensi untuk pengembangan peternakan karena didukung padang penggembalaan alami, ketersediaan air, dan sumber pakan dari limbah pertanian masyarakat.
“Lokasi Desa Umbu Wango memiliki nilai strategis tinggi untuk pengembangan ternak ruminansia besar seperti Sapi Ongole atau Sapi Bali dan ruminansia kecil karena kombinasi padang penggembalaan alami, ketersediaan air, serta kedekatan dengan sumber limbah pertanian masyarakat,” katanya.
Hasil peninjauan menunjukkan lahan tersebut telah dilengkapi pagar keliling dan tercatat sebagai aset daerah. Namun, fasilitas pendukung berupa kandang permanen dan gudang pakan belum tersedia.
Sebagian besar rumput Odot yang sebelumnya ditanam juga telah rusak akibat kebakaran, sehingga kawasan itu kini didominasi semak belukar dan vegetasi alami savana.
Dalam pertemuan dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat, warga menyampaikan harapan agar rencana pengembangan pusat pembibitan ternak segera direalisasikan. Mereka mengkhawatirkan lahan hibah tersebut berpotensi diminta kembali apabila tidak dimanfaatkan sesuai tujuan awal.
Dominggus mengatakan masyarakat mengharapkan pengembangan kawasan peternakan melibatkan warga setempat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan kemitraan penyediaan pakan ternak.
Untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut, Undana bersama Dinas Peternakan Sumba Barat Daya merencanakan penyusunan kajian teknis yang mencakup pemulihan tanaman pakan, desain kandang semi-intensif atau sistem petak penggembalaan (paddock), serta pemilihan bibit sapi yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Tim juga merekomendasikan pembersihan lahan dan penanaman kembali tanaman pakan yang tahan terhadap kondisi kering. Upaya pencegahan kebakaran melalui pembuatan sekat bakar atau jalur hijau turut menjadi bagian dari rencana pengelolaan kawasan.
Anggota tim Undana, Jhon Elo, mengatakan pengendalian kebakaran perlu menjadi perhatian dalam perencanaan karena kebakaran sebelumnya menyebabkan sebagian besar tanaman rumput Odot di lokasi tersebut tidak dapat bertahan.
“Dalam proposal kajian nanti, perlu disertakan strategi fire management seperti pembuatan sekat bakar atau jalur hijau, karena ini adalah pelajaran mahal dari hilangnya rumput Odot sebelumnya akibat kebakaran,” ujar dia.
Sebagai tahap awal, tim menargetkan pemasukan 50 hingga 100 ekor sapi ke kawasan tersebut pada akhir 2026, bergantung pada kesiapan teknis dan realisasi rencana pengembangan.
Dia berharap kolaborasi antara Undana dan Pemkab Sumba Barat Daya itu dapat mengoptimalkan aset daerah sekaligus mendorong pengembangan peternakan yang terintegrasi dengan pertanian masyarakat.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.