REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pesantren Daarut Tauhiid pimpinan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) secara konsisten dan berkelanjutan menggalang aksi solidaritas dan aksi kemanusiaan untuk mendukung kemerdekaan rakyat Palestina. Tahun ini, aksi nyata dukungan dan solidaritas bertajuk Impact For Palestine 2026 dengan tema "Teguhkan Iman, Peduli Palestina" yang diinisiasi DT Peduli dipusatkan di Eco Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Rabu (7/10/2026).

Lebih dari 4.000 orang itu berkumpul di tempat itu untuk satu tujuan yakni mendukung kebebasan Palestina. Sebab, Impact for Palestine bukan sekadar momentum untuk mengingat, tetapi ikhtiar untuk memastikan Palestina tetap hidup dalam doa, kepedulian, dan aksi.

Acara dimulai dari parade solidaritas Palestina, penampilan seni dan teater, pembacaan ayat suci Alquran, orasi kemanusiaan santri, pemutaran video impact experience, talkshow interaktif bersama Syeikh Palestina, storytelling anak, live report dari Gaza, gerakan donasi dan kepedulian untuk Palestina, pesan dan komitmen solidaritas, doa bersama serta penampilan nasyid. "Hadir di sini tentunya harapan saya Palestina segera merdeka. Ini bentuk dukungan dan doa kami untuk warga Palestina," ujar Afifah Keiko, salah seorang peserta.

Ia mengaku sedih dan prihatin melihat kondisi anak-anak di Gaza, Palestina yang harus ikut menderita akibat genosida yang dilakukan Israel. Afifah berharap aksi bela Palestina seperti ini terus digaungkan.

"Saya cuma bisa berdoa semoga warga di sana bisa segera merdeka biar enggak menderita lagi. Selama ini hanya lihat mereka lewat tayangan berita," ujarnya.

Ketua Pengurus Yayasan DT Peduli Ustadz Mulyana S.Ag., M.Pd mengatakan, Impact For Palestine 2026 menjadi ruang edukasi, refleksi, penyampaian informasi, sekaligus ajakan kepada keluarga besar Daarut Tauhiid dan masyarakat untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi Palestina. "Impact for Palestine bukan sekadar momentum untuk mengingat Palestina, tetapi ikhtiar untuk memastikan Palestina tetap hidup dalam doa, kepedulian, dan aksi kita. Tujuannya, menumbuhkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat Palestina, khususnya di kalangan santri, civitas, dan keluarga besar Pesantren Daarut Tauhiid," kata Mulyana.

Mulayan mengajak peserta berkontribusi secara nyata melalui doa, dukungan, donasi, dan bentuk kepedulian kemanusiaan lainnya yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebab, kepedulian kepada sesama merupakan bagian dari nilai keimanan dan semangat saling menolong dalam kebajikan. Sehingga dukungan terhadap Palestina harus terus dijaga melalui doa, edukasi, penyampaian informasi, dukungan, dan aksi kemanusiaan.

"Kami ingin membangun semangat kepedulian yang berkelanjutan, sehingga solidaritas terhadap Palestina tidak hanya diwujudkan dalam satu kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebermanfaatan di lingkungan Daarut Tauhiid," kata Mulyana.