Jakarta, CNBC Indonesia - Aplikasi kencan online Bumble punya pemilik baru. Ini terjadi setelah kesepakatan akuisisi senilai US$1,3 miliar atau sekitar Rp23,4 triliun.
Kesepakatan ini menjadi titik balik bagi perusahaan yang pernah memiliki valuasi sekitar US$14 miliar atau setara Rp220 triliun saat melantai di bursa pada 2021.
Bumble mengumumkan bahwa mereka telah menyepakati transaksi akuisisi dengan Ithaca Holdings. Kesepakatan tersebut akan membawa Bumble keluar dari bursa saham dan menjadi perusahaan tertutup (private company).
Langkah ini diambil setelah Bumble menghadapi penurunan jumlah pelanggan berbayar, pendapatan yang melemah, serta tekanan untuk mengubah pengalaman pengguna dalam mencari pasangan secara online.
Mengutip TechCrunch, Bumble melaporkan pendapatan sebesar US$211 juta pada kuartal II-2026, turun 15,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, jumlah pengguna berbayar menyusut 16,4% menjadi sekitar 3,2 juta orang.
Kondisi tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi Bumble di tengah perubahan lanskap aplikasi kencan. Model pencarian pasangan berbasis geser layar atau swipe yang selama ini populer juga mulai menuai ketidakpuasan pengguna.
Didirikan Whitney Wolfe Herd pada 2014, Bumble dikenal lewat pendekatan berbeda yang memberikan perempuan kendali untuk memulai percakapan terlebih dahulu. Strategi tersebut membantu Bumble menonjol di tengah persaingan aplikasi kencan online.
Perusahaan kemudian melantai di bursa saham pada 2021 dengan valuasi sekitar US$14 miliar. Namun, sejak saat itu, Bumble menghadapi tekanan bisnis yang membuat nilai akuisisinya kini jauh lebih rendah dibandingkan valuasi ketika pertama kali menjadi perusahaan publik.
Akuisisi ini dilakukan setelah komite independen dewan direksi Bumble meninjau sejumlah opsi strategis. Komite tersebut merekomendasikan transaksi setelah berkonsultasi dengan penasihat hukum dan keuangan eksternal.
Dalam keterangan resminya, Wolfe Herd disebut tidak ikut serta dalam pembahasan maupun pemungutan suara dewan direksi terkait kesepakatan tersebut.
"Di Ithaca, kami telah menemukan mitra yang memiliki visi yang sama, percaya pada misi kami yang mengutamakan perempuan, dan berkomitmen untuk berinvestasi pada masa depan Bumble," kata Wolfe Herd dalam sebuah pernyataan.
Wolfe Herd juga memastikan dirinya akan tetap terlibat aktif dalam bisnis Bumble. Ia akan bekerja bersama Ravi Gupta dan John Hegeman dari Ithaca, serta tim Bumble.
Menjadi perusahaan tertutup berpotensi memberi Bumble keleluasaan untuk mengembangkan produk dan menguji fitur baru tanpa tekanan dari investor pasar saham yang menuntut hasil setiap kuartal.
Bumble kini menjajaki pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sekaligus memperkuat pendekatan yang mendorong pengguna bertemu secara langsung. Strategi tersebut mengikuti perubahan cara generasi muda membangun hubungan, yang tidak lagi hanya mengandalkan interaksi melalui aplikasi.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]