Jakarta (ANTARA) - Atlet panjat tebing Indonesia Putra Tri Ramadani atau Srondeng meraih medali perunggu nomor lead putra pada World Climbing Series (WCS) Koper 2026 di Slovenia, Minggu WIB.
Srondeng mencatatkan skor 28+ pada babak final untuk mengamankan posisi ketiga sekaligus membawa pulang medali perunggu dari seri yang hanya mempertandingkan disiplin lead tersebut.
Medali emas menjadi milik atlet Jepang Neo Suzuki yang tampil sebagai peraih skor tertinggi dengan 33+, sementara medali perak diraih rekan senegaranya, Satone Yoshida, dengan skor 30+, demikian catatan hasil perlombaan dikutip dari World Climbing.
Hasil tersebut menunjukkan kemampuan Srondeng dalam menjaga performa setelah tampil kuat pada babak kualifikasi. Dalam kualifikasi, ia mencatatkan skor 5,1 dan berada di posisi ketujuh sehingga berhak melaju ke semifinal.
Baca juga: Atlet panjat tebing Indonesia uji coba ke Slovenia untuk Asian Games
Atlet berusia 20 tahun itu kemudian menempati posisi kelima pada semifinal dengan catatan nilai 33 untuk melaju ke babak akhir yang berlangsung ketat dengan dominasi atlet dari Jepang, Italia, dan Korea Selatan.
Srondeng mampu melewati sebagian besar tantangan jalur meski belum mampu menyamai capaian Suzuki dan Yoshida yang berada di posisi teratas.
Medali perunggu di Koper juga menjadi pencapaian penting bagi Srondeng setelah Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) memasang target agar atlet mampu memberikan performa terbaik dan melanjutkan perjuangan hingga babak final.
PP FPTI sebelumnya menyebut keikutsertaan di WCS sebagai kesempatan untuk meningkatkan peringkat dunia sekaligus menguji kesiapan atlet menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober.
Baca juga: Indonesia tambah dua perunggu World Climbing Asia Youth Championship
Baca juga: Pelatih sebut dua perunggu speed relay hasil terbaik
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.