Liputan6.com, Jakarta - Soimah membagikan kisah masa kecilnya yang mengharukan di panggung Dangdut Academy 8 (DA8), Studio Indosiar, Kamis (17/9/2026). Ketika hendak mengomentari penampilan salah satu kontestan, Razky, Soimah justru memilih menceritakan perjalanan hidupnya sendiri.
"(Saya bisa di titik) ini karena doa orang tua saya, doa ibu saya yang dikabulkan sama Allah. Kamu harus percaya itu," ujar Soimah, menegaskan bahwa semua pencapaiannya bukan karena dia hebat, pintar, atau keren.
Soimah melanjutkan, apa yang diucapkan seorang ibu pada akhirnya akan menjadi nyata. "Saya sudah membuktikan bahwa apa yang diucapkan ibu kita semua nyata, semua terjadi, entah itu satu tahun, dua tahun, lima tahun, bahkan puluhan tahun. Tapi itu pasti nyata, kamu harus percaya itu," katanya di hadapan Razky dan kontestan DA8 lainnya.
Diam-diam Didaftarkan Lomba oleh Sang Tante
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351880/original/036258500_1789718204-Soimah-1809.jpg)
Perbesar
Soimah bercerita, semasa sekolah di Yogyakarta, dirinya sering dijemput sepulang sekolah bukan untuk diantar pulang, melainkan langsung dibawa ke lokasi perlombaan oleh tantenya. "Saya tidak tahu kalau didaftarkan lomba ini, lomba ini. Saya tidak tahu, tapi ketika pulang sekolah saya dijemput langsung dibawa ke lokasi untuk lomba, entah itu nyanyi, entah itu model," ungkapnya.
Ia mengaku tidak pernah tahu lomba apa saja yang telah didaftarkan atas namanya, mulai dari lomba menyanyi, model, drama, hingga akting. Segala persiapan, mulai dari pendaftaran, baju, hingga sepatu pinjaman, seluruhnya diurus oleh sang tante.
Soimah mengaku dirinya adalah pribadi yang pendiam dan tidak pernah melawan orang tua maupun tantenya, meski di dalam hati sempat merasa kesal karena tidak pernah diajak berdiskusi terlebih dahulu. Meski demikian, ia memilih untuk tetap menurut dan menjalani apa yang sudah diatur.
Siasat Sang Tante di Lomba Bintang Televisi
Salah satu lomba yang paling diingat Soimah adalah lomba Bintang Televisi, yang formatnya meliputi catwalk, menyanyi, hingga sesi mempromosikan produk. Berbeda dari peserta lain yang datang menggunakan mobil, Soimah datang diboncengi tantenya menggunakan sepeda motor jadul berwarna merah dengan tedeng putih.
Menyadari Soimah bukan tipe model pada umumnya, sang tante membisikkan strategi tersendiri sebelum tampil. Soimah menirukan ucapan tantenya kala itu, "Aku yakin model-model itu pasti nggak bisa nembang. Model-model itu mungkin jalannya bagus, mungkin cantik, mungkin badannya bagus, tapi dia nanti mempromosikan produk pasti biasa aja, nggak bisa nembang. Kamu bisa nembang, selipkan di situ pas mempromosikan produk, pasti juri akan terkejut."
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Berbekal latar belakang pendidikan karawitan, Soimah pun menyelipkan tembang "Ojo lali, ojo lali" di tengah sesi promosi produk, sebuah kalimat yang menurutnya masih ia gunakan hingga saat ini.