REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband pada Senin (28/9/2026) menyebut tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat sebagai "noda pada hati nurani dunia" sebuah pernyataan yang menjadi salah satu kritik paling tajam dari Partai Buruh terhadap pemerintahan Benjamin Netanyahu.

Saat berpidato di konferensi tahunan Partai Buruh, Miliband mengatakan bahwa penderitaan yang diakibatkan oleh pemerintah Israel "tidak dapat membenarkan" tindakan-tindakan yang menyusul kemudian.

Miliband disambut dengan tepuk tangan meriah saat ia mengecam penderitaan rakyat Palestina dan memaparkan pendekatan yang lebih tegas terhadap pemerintahan Netanyahu.

"Saya ingin mengatakan kepada jutaan orang di negara ini, dan juga di tempat lain, yang merasa tergugah dan marah atas penderitaan rakyat Palestina: kami mendengar suara Anda. Anda benar," ujarnya, dikutip dari laman Saudi Gazette, Selasa (29/9/2026)

Miliband mengatakan Partai Buruh telah mengubah pendekatannya di bawah kepemimpinan Andy Burnham, serta berjanji untuk menentang berbagai pelanggaran di Gaza dan Tepi Barat.

"Dan di bawah kepemimpinan Andy, kami telah menetapkan ulang pendekatan kami. Kami mengecam pembersihan etnis yang dilakukan oleh teroris pemukim di Tepi Barat. Kami menyoroti bukti-bukti kejahatan perang di Gaza. Kami mengecam pendudukan ilegal Israel atas Palestina, dan kami membuktikan kata-kata kami dengan tindakan nyata," ujarnya.

Miliband juga mengumumkan langkah-langkah yang menyasar hubungan ekonomi dengan permukiman Israel, seraya menyatakan bahwa Inggris akan melangkah lebih jauh dari sekadar pernyataan kecaman.

"Kami akan melarang impor barang dari permukiman ilegal. Kami akan memutus jalur pasokan bagi sektor keuangan, konstruksi, dan jasa Inggris yang mendukung permukiman ilegal tersebut," ujarnya.

Pernyataan-pernyataannya itu merupakan salah satu kritik paling keras terhadap pemerintahan Netanyahu yang disampaikan oleh pimpinan Partai Buruh dalam konferensi tersebut.

"Dan kawan-kawan, pertentangan kami bukan dengan rakyat Israel, melainkan dengan tindakan pemerintahnya," tegasnya.

Miliband juga memperingatkan agar tidak ada upaya yang melemahkan prospek berdirinya negara Palestina berdampingan dengan Israel, seraya menegaskan bahwa Partai Buruh akan menentang langkah-langkah yang mengancam solusi dua negara.

"Dan terkait upaya untuk menghancurkan solusi dua negara, partai ini, gerakan ini, dan pemerintahan ini menegaskan: kami tidak akan membiarkan kalian berhasil," katanya.

Miliband juga berbicara mengenai orang tuanya dan nilai-nilai yang mereka wariskan kepadanya, seraya merujuk pada apa yang ia sebut sebagai "tanggung jawab seorang penyintas."

Ia mengatakan bahwa tanggung jawab tersebut berarti mewariskan dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang dan tidak pernah tinggal diam menghadapi penindasan serta ketidakadilan.

"Bukan saya, bukan Anda, bukan kita," ujar Miliband, menolak anggapan bahwa seseorang pasti menjadi lebih sinis seiring bertambahnya usia.

Ia berjanji untuk mempertahankan apa yang ia gambarkan sebagai "nilai-nilai Partai Buruh, nilai-nilai Inggris" selama masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri.

Miliband juga menyerukan hubungan yang lebih erat antara Inggris dan Uni Eropa.

"Kita adalah bagian dari perjuangan ini sebagai insan kemanusiaan, namun juga sebagai orang Eropa yang bangga. Ini adalah benua kita," ujarnya.

Ia berpendapat bahwa Eropa memegang peranan sentral bagi nilai-nilai, kepentingan, dan aliansi Inggris, mulai dari kebijakan iklim dan Timur Tengah hingga perdagangan, pertahanan, dan keamanan.

"Jadi, ini bukan sekadar Inggris bertindak sendiri, melainkan Inggris bersama pihak lain," katanya.

"Masa depan kita terletak pada kemitraan yang lebih kuat dan mendalam dengan Uni Eropa," tambahnya.

 Sumber: