Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengirim tim siswa SMAN 12 Ambon sebagai perwakilan daerah untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di tingkat nasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Serlota Singerin saat dihubungi dari Ambon, Kamis, mengatakan keikutsertaan siswa SMAN 12 Ambon menjadi kesempatan bagi pelajar daerah untuk menunjukkan kemampuan dan membawa nama Maluku dalam kompetisi tingkat nasional.

"Pemerintah Provinsi Maluku melalui Disdikbud Maluku mengapresiasi keikutsertaan anak-anak dari SMAN 12 Ambon sebagai perwakilan daerah dalam kompetisi cerdas cermat nasional, yakni Empat Pilar MPR RI 2026," katanya.

Ia berharap, tim SMAN 12 Ambon dapat memberikan hasil terbaik dan menunjukkan kemampuan pelajar Maluku dalam bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.

"Kami sangat berharap kehadiran anak-anak SMAN 12 ini menjadi keterwakilan Maluku yang terbaik di kancah nasional. Apapun hasilnya, kami percaya bahwa merekalah generasi terbaik Maluku," ujarnya.

Tim SMAN 12 Ambon melaju ke tingkat nasional setelah menjalani rangkaian persiapan dan berhasil meraih juara pada kompetisi tingkat Provinsi Maluku.

Guru Pendamping SMAN 12 Ambon Max Henry Lesiholo mengatakan keberhasilan tim tersebut tidak diraih secara instan, tetapi melalui persiapan intensif selama kurang lebih lima bulan.

"Kami menjadikan kegiatan ini sebagai ekstrakurikuler sehingga latihan dapat dilakukan secara rutin. Selama kurang lebih lima bulan, anak-anak berlatih setiap hari, mulai pagi hingga sore, untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan," katanya.

Menurut dia, salah satu tantangan dalam persiapan adalah menjaga kondisi fisik siswa karena latihan dilakukan dengan intensitas tinggi.

Meski demikian, seluruh anggota tim tetap berkomitmen mengikuti proses latihan dan meningkatkan kemampuan.

"Tantangan kami selama latihan adalah menjaga kesehatan anak-anak karena intensitas latihan cukup tinggi. Namun, kami terus berusaha agar mereka dapat tampil maksimal pada setiap perlombaan," ujarnya.

Max menegaskan keberhasilan di tingkat provinsi bukan menjadi akhir dari persiapan tim. Siswa terus meningkatkan penguasaan materi, kemampuan menjawab soal, serta kesiapan mental untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Anggota tim sekaligus siswa SMAN 12 Ambon Juan Letelay mengatakan proses latihan berlangsung disiplin dan menuntut kerja sama seluruh anggota tim.

"Sistem latihan kami sangat ketat dan rinci. Hampir setiap hari kami berlatih dari pagi hingga malam. Prosesnya memang berat, tetapi semua itu menjadi bagian dari perjalanan untuk meraih prestasi," ujarnya.

Ia mengaku tantangan terbesar yang dihadapi tim bukan hanya penguasaan materi, tetapi juga membangun mental bertanding saat berhadapan dengan sekolah-sekolah yang memiliki kemampuan kuat.

"Tantangan terbesar kami adalah mental. Awalnya kami merasa lawan-lawan yang dihadapi lebih unggul. Namun, melalui latihan yang panjang dan kerja keras, serta penyertaan Tuhan, kami akhirnya bisa meraih juara pertama," katanya.

Ia berharap, keikutsertaan di tingkat nasional dapat menjadi kesempatan bagi tim untuk membuktikan kemampuan pelajar Maluku sekaligus membawa nama daerah di tingkat yang lebih luas.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.