SMA di Kudus bekali siswa dengan keterampilan kerja
Selasa, 8 September 2026 19:54 WIB
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat mencicipi kopi hasil racikan siswa SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, setelah peresmian usai peluncuran program pendidikan vokasi melalui program SMA Negeri 2 Kudus Mantap di aula SMAN 2 Kudus, Selasa (8/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - SMA di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai membekali siswanya dengan berbagai keterampilan kerja sebagai persiapan memasuki dunia kerja setelah lulus sekolah, terutama bagi siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Kami berharap program serupa diterapkan di seluruh SMA di Kabupaten Kudus, baik negeri maupun swasta," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Budi Santosa ditemui usai peluncuran program pendidikan vokasi melalui program SMA Negeri 2 Kudus Mantap di aula SMAN 2 Kudus, Selasa.
Ia mengatakan, pendidikan vokasi tersebut menjadi bagian dari upaya membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Bentuk keterampilan kerjanya, mulai dari barista, las, otomotif, termasuk barbershop dan lain-lain.
Menurut dia pelatihan keterampilan diberikan kepada siswa mulai kelas 10 hingga kelas 12. Dengan demikian, siswa diharapkan memiliki bekal keterampilan yang cukup ketika menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.
Pelaksanaan pelatihan nantinya dilakukan melalui kolaborasi antara sekolah dengan berbagai pihak, seperti balai latihan kerja (BLK), dunia usaha dan dunia industri, serta perguruan tinggi.
Budi menegaskan program tersebut bukan dimaksudkan untuk menyaingi pendidikan di SMK. Program itu justru menjadi upaya memberikan pilihan dan keterampilan tambahan bagi lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Ia berharap seluruh SMA di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III dapat menjalankan program tersebut secara optimal. Di wilayah tersebut, terdapat sekitar 205 satuan pendidikan yang terdiri atas SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan program SMA Mantap merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemprov Jateng. Program tersebut memiliki konsep membentuk siswa yang mantap secara akademik, terampil, sekaligus produktif.
Menurut Sam'ani program tersebut diperlukan karena tidak seluruh lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena setelah disurvei dan pengamatan, setelah lulus SMA ada sebagian yang melanjutkan sekolah lagi ke perguruan tinggi, ada yang tidak. Untuk itu pemerintah melakukan beberapa penyisiran dan pelatihan-pelatihan untuk anak-anak SMA agar siap kerja bila dibutuhkan di dunia kerja.
Ia menyebut berdasarkan hasil pemetaan di SMA di Kabupaten Kudus, sekitar 65 hingga 70 persen lulusan melanjutkan pendidikan, sedangkan sekitar 30 persen lainnya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.
Karena itu, Pemkab Kudus akan mendukung program tersebut, termasuk melalui kerja sama dengan BLK yang berada di bawah Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.