Sleman intensifkan pembersihan drainase antisipasi musim hujan
Kamis, 8 Oktober 2026 15:52 WIB
Bupati Sleman Harda Kiswaya. (ANTARA/Sutarmi)
Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengintensifkan pembersihan fasilitas drainase, irigasi, dan aliran sungai, guna mengantisipasi risiko genangan air dan banjir menjelang musim hujan pada November mendatang.
Bupati Sleman Harda Kiswaya di Sleman, Kamis, menyampaikan telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk memastikan kelancaran seluruh saluran air.
Langkah mitigasi ini difokuskan pada kawasan rawan seperti wilayah Sleman utara, Kecamatan Depok, serta area di sepanjang bantaran sungai besar.
"Fasilitas drainase dan sungai harus dibersihkan supaya aliran air lancar, sehingga banjir bisa dicegah atau paling tidak dikurangi dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat," kata Harda.
Harda juga telah meminta keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta masyarakat untuk aktif menginformasikan titik-titik saluran yang tersumbat.
Selain pembenahan infrastruktur, pengelolaan sampah di tingkat hulu menjadi perhatian utama. Pemkab Sleman terus mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah di Minggir, Turi, dan Kalasan, sembari mengedukasi warga agar tidak membuang sampah di saluran air.
"Kami mengingatkan, kita semua harus hati-hati menghadapi musim hujan yang akan datang, sehingga infrastruktur berkaitan aliran air hujan kami persiapkan dengan baik mengantisipasi adanya air banjir atau menggenang," katanya.
Secara teknis Kepala DPUPKP Sleman Sukarmin menjelaskan pemeliharaan rutin dilakukan secara intensif dengan mengerahkan masing-masing tiga tim drainase dan tim irigasi yang terbagi di wilayah barat, tengah, dan timur.
"Setiap hari tim bekerja sesuai target untuk membersihkan sedimen dan tumpukan sampah. Koordinasi lapangan juga diperkuat melalui UPT di setiap wilayah," kata Sukarmin.
Sukarmin menambahkan pemantauan ketat diprioritaskan pada wilayah padat penduduk seperti Depok, Melati, dan Ngaglik. Pihaknya mencatat fenomena luapan air yang terjadi di Sleman mayoritas berupa genangan singkat yang surut dalam kurun waktu kurang dari 30 menit.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim penghujan di wilayah Sleman utara diprediksi mulai pada Dasarian III November, sedangkan wilayah Sleman tengah ke selatan diperkirakan memasuki musim hujan pada Dasarian I Desember 2026.
"Pemkab memanfaatkan jeda waktu yang ada untuk merampungkan pengerjaan pengerukan dan pembersihan saluran air di seluruh titik rawan," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026