Umrah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Fitriyanto, mengatakan, sejauh ini belum ada penundaan perjalanan jamaah umrah asal dari Jateng. Hal itu menyusul terjadinya serangkaian serangan udara oleh kelompok Houthi Yaman ke Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh.

“Sampai saat ini belum ada penundaan,” ungkap Fitriyanto ketika dikonfirmasi soal apakah ada penundaan perjalanan jamaah umrah Jateng akibat memanasnya situasi di Riyadh, Selasa (13/10/2026). 

Dia menambahkan, hal itu sejalan dengan kebijakan Kemenhaj. Menurut Fitriyanto, sejauh ini belum ada jamaah umrah asal Indonesia yang terdampak eskalasi situasi di Riyadh. “Seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan sebagaimana mestinya," ujarnya.

Fitriyanto mengaku masih berupaya melakukan pendataan tentang berapa banyak jamaah asal Jateng yang telah bertolak ke Tanah Suci untuk melaksanakan umrah. Kendati demikian, dia mengimbau jamaah agar tetap waspada.

Selain itu, Fitriyanto mengimbau jamaah membatasi perjalanan ke luar wilayah Makkah dan Madinah. “Hindari lokasi yang berpotensi rawan, dan terus berkoordinasi secara aktif dengan pihak travel," ucapnya.

Fitriyanto meminta seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) atau travel umrah di Jateng memprioritaskan keselamatan jemaah. Mereka wajib memantau kondisi jemaah, memberikan pendampingan, serta segera menginformasikan setiap perubahan jadwal beserta langkah penanganannya.

"Termasuk memastikan jemaah dapat menghubungi petugas saat membutuhkan bantuan di lapangan," kata Fitriyanto. 

Kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan udara ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026). Serangan tersebut menewaskan setidaknya 13 orang dan melukai ratusan lainnya. Serangan udara Houthi berlanjut pada Ahad dan Senin. 

Koalisi militer pimpinan Saudi menyampaikan bahwa mereka berhasil mencegat rudal balistik yang kembali ditembakkan kelompok Houthi ke Riyadh pada Senin. “Intersepsi dan penghancuran rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi menuju Riyadh," tulis juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, lewat akun X-nya, pada Senin lalu. 

Sejumlah negara, terutama negara-negara Arab, telah mengecam serangan Houthi ke Riyadh.