AKURAT.CO Ukraina akan menerima tiga jet tempur F-16 tambahan dari Belgia sebelum akhir 2026. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pertahanan udara Ukraina menghadapi serangan Rusia yang terus meningkat.

Dalam unggahan di platform X pada Selasa, Zelensky mengatakan Belgia dan sejumlah negara lain, termasuk Spanyol, juga telah mengirimkan amunisi F-16 untuk memenuhi kebutuhan mendesak Ukraina.

Menurut Zelensky, tambahan kemampuan pertahanan udara dibutuhkan karena Rusia terus meningkatkan serangan terhadap Ukraina. F-16 diharapkan membantu Ukraina menghadapi ancaman udara sekaligus memperkuat perlindungan terhadap warga sipil.

"Akibat serangan Rusia yang terus-menerus, sebagian besar pasokan pangan yang diandalkan oleh berbagai negara di hampir setiap benua masih tertahan di Ukraina," ujarnya. "Ada hal-hal spesifik—terkait keuangan dan infrastruktur—yang dapat dibantu oleh EBRD. Penting untuk merealisasikan semuanya."

Zelensky menyampaikan terima kasih kepada Perdana Menteri Belgia dan pemerintah negara tersebut atas dukungannya terhadap Ukraina.

Selain membahas bantuan F-16, Zelensky juga menggelar pertemuan terpisah dengan Ketua Parlemen Denmark Soren Gade dan Presiden Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan atau EBRD Odile Renaud.

Dalam pertemuan dengan Gade, Zelensky menekankan pentingnya mempertahankan dukungan Denmark, terutama untuk produksi pertahanan Ukraina dan bantuan pertahanan udara.

Ia menyebut bantuan tersebut penting untuk menghadapi ancaman drone bertenaga jet dan rudal balistik Rusia. Ukraina dan Denmark juga membahas peluang kerja sama melalui instrumen SAFE milik Uni Eropa untuk memperkuat keamanan kedua negara.

Sementara dengan Renaud, Zelensky membahas dukungan EBRD untuk sektor energi Ukraina. Ia mengatakan serangan Rusia telah mengganggu fasilitas pembangkit listrik, logistik, hingga pusat data di Ukraina.

Zelensky berharap EBRD terus memberikan dukungan finansial dan infrastruktur untuk memperbaiki fasilitas yang rusak akibat serangan Rusia sekaligus menjaga aktivitas ekonomi dan ekspor Ukraina.

Menurut Zelensky, sektor pangan Ukraina juga tetap penting bagi banyak negara karena sebagian besar pasokan pangan yang bergantung pada Ukraina masih berada di tengah situasi perang.

Sumber: Anadolu