Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan independensi bank sentral tetap terjaga meskipun memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Destry menjelaskan, sinergi bukan berarti setiap lembaga kehilangan independensi atau kewenangannya. Sinergi justru berarti setiap institusi bekerja bersama dengan tetap mengandalkan kekuatan dan kebijakan masing-masing untuk mencapai tujuan yang sama.

"Sinergi itu artinya kan kita bergerak bersama masing-masing dengan kekuatannya atau kebijakannya masing-masing, tapi kita beriringan dan kita saling mengisi untuk menuju satu tujuan yang sama," ujar Destry kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (12/10/2026).

Menurut Destry, hal terpenting dalam membangun sinergi adalah setiap lembaga tetap menghormati batas kewenangan masing-masing. Dengan demikian, kerja sama dapat berjalan tanpa saling mengambil alih tugas atau melangkahi kewenangan institusi lain.

Bank Indonesia, kata dia, akan tetap menjaga independensi dalam menetapkan dan menjalankan kebijakannya. Namun, independensi tersebut bukan berarti BI harus bekerja sendiri tanpa berkoordinasi dengan pihak lain.

"Nah, jadi bahwa independensi BI itu dalam konteks kita untuk kebijakan kita, itu pasti akan tetap dijaga. Tapi tentu gak berarti sendirian. Jadi kita ada istilahnya juga independensi dalam interdependensi," jelasnya.

Salah satu contoh sinergi tersebut terlihat dalam upaya pengendalian inflasi. BI bersama pemerintah membentuk Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga barang dan melindungi daya beli masyarakat.

Destry menilai sinergi semakin penting seiring dengan perluasan mandat Bank Indonesia, termasuk dalam mendorong pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja. Perluasan mandat tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Menurutnya, pelaksanaan mandat tersebut tidak dapat dilakukan BI sendirian. Diperlukan koordinasi dan kerja sama dengan kementerian/lembaga (K/L), anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), serta berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap perekonomian nasional.

Destry menyebut pendekatan tersebut sebagai Sinergi Merah Putih, yakni kerja bersama berbagai institusi untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan dan kemajuan ekonomi Indonesia.

"Itu semua kan tentu harus bisa tercapai kalau kita harus punya sinergi. Sinergi Merah Putih nih harus ada," tegas Destry.

Ia menambahkan, pembangunan, kemajuan, dan stabilitas ekonomi Indonesia merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, koordinasi antarlembaga diperlukan agar berbagai kebijakan dapat saling mendukung dalam mencapai sasaran ekonomi nasional.

Meski demikian, Destry kembali menegaskan bahwa penguatan sinergi tidak akan mengubah komitmen BI dalam menjaga independensi sebagai bank sentral.

"Jadi pertama, independensi itu akan tetap kita jaga," pungkasnya.

(ras/haa) [Gambas:Video CNBC]