Siloam Percepat Adopsi Bedah Presisi di RI melalui Robotic Summit 2026
Jakarta -
Siloam International Hospitals terus memperkuat kapabilitas klinis dan telah memelopori layanan bedah robotik selama setahun terakhir di berbagai disiplin, termasuk ortopedi, urologi, bedah digestif, dan neurologi.
Dengan tujuh sistem robotik yang beroperasi di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar, Siloam telah membangun salah satu ekosistem bedah robotik paling komprehensif di Indonesia, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengakses layanan bedah berteknologi tinggi tanpa harus berobat ke luar negeri.
Lebih dari sekadar menghadirkan teknologi, Siloam membangun fondasi yang diperlukan agar bedah robotik dapat berkembang secara berkelanjutan. Fondasi tersebut mencakup pengembangan kompetensi dokter, tata kelola klinis yang kuat, pemanfaatan data dan penelitian untuk mengukur luaran pasien, serta kolaborasi dengan berbagai pusat unggulan dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui pendekatan ini, setiap inovasi diarahkan untuk memberikan manfaat nyata berupa tindakan yang lebih presisi, lebih aman, pemulihan yang lebih cepat, dan hasil klinis yang lebih baik.
Perkembangan tersebut sejalan dengan semakin kuatnya bukti ilmiah mengenai manfaat bedah robotik. Studi menunjukkan bahwa teknologi ini memungkinkan sayatan yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, masa rawat inap yang lebih singkat, serta risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan pendekatan konvensional.
Pada penggunaan sistem bedah robotik Da Vinci Xi, penelitian menunjukkan lama rawat inap hampir dua hari lebih singkat, risiko komplikasi pascaoperasi 44% lebih rendah, dan risiko kematian dalam 30 hari hingga 46% lebih rendah. Dibandingkan laparoskopi konvensional, Da Vinci Xi juga menurunkan risiko konversi ke bedah terbuka sebesar 56% dan komplikasi pascaoperasi sebesar 10%.
Dengan tingkat presisi yang semakin tinggi, bedah robotik juga membantu dokter menangani kasus-kasus kompleks dengan akurasi yang lebih baik sehingga mendukung pemulihan pasien dan peningkatan kualitas hidup. Meningkatnya angka penyakit kronis, bertambahnya populasi lanjut usia, serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin kompleks menjadikan inovasi bedah semakin penting.
Melalui pengembangan layanan robotik di berbagai kota di Indonesia, Siloam berupaya memperluas akses masyarakat terhadap teknologi bedah modern berstandar global, sehingga semakin banyak pasien dapat memperoleh layanan berkualitas tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri, sekaligus mendukung pemulihan yang lebih optimal dan kualitas hidup yang lebih baik.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem bedah robotik, Siloam Hospitals Kebon Jeruk dikembangkan sebagai Center of Robotic & Minimally Invasive Surgery, pusat unggulan untuk layanan, pendidikan, penelitian, dan pengembangan bedah robotik lintas disiplin.
Foto: Siloam Hospital
Didukung oleh 10 dokter bedah robotik tersertifikasi, Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah melakukan lebih dari 100 prosedur bedah robotik sejak mengoperasikan sistem Da Vinci Xi pada 2025, mencakup berbagai prosedur di bidang ortopedi, urologi, bedah digestif, dan spesialisasi lainnya.
Tonggak perjalanan tersebut dirayakan melalui penyelenggaraan Siloam Robotic Summit 2026 bertema 'Transforming Surgery Through Robotics: Advancing Precision Across Surgical Disciplines,' yang menghadirkan lebih dari 30 ahli bedah, dokter spesialis, akademisi, dan pakar teknologi medis dari dalam maupun luar negeri untuk mempercepat transfer pengetahuan, memperkuat kapabilitas klinis, serta mendorong adopsi inovasi bedah robotik berstandar global di Indonesia.
"Penguatan kompetensi tenaga kesehatan, pengembangan layanan berbasis teknologi, serta kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin aman, presisi, dan berkualitas. Inovasi bedah robotik tidak hanya mendorong kemajuan praktik bedah modern, tetapi juga memperkuat kapabilitas sistem kesehatan nasional agar masyarakat dapat mengakses layanan berstandar global lebih dekat dengan rumah," ujar Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan dr Yanti Herman, SH, MHKes, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).
"Pemerintah mengapresiasi penyelenggaraan Siloam Robotic Summit 2026 sebagai upaya memperkuat kompetensi tenaga kesehatan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan dan hasil klinis pasien di Indonesia," sambungnya.
CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady mengatakan dalam satu tahun terakhir, pihaknya tidak hanya menghadirkan teknologi bedah robotik, tetapi membangun sebuah ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi pasien.
"Hal ini mencakup investasi pada pengembangan kompetensi dokter, tata kelola klinis, penelitian, dan budaya pembelajaran yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa transformasi layanan kesehatan terjadi ketika inovasi diterapkan secara bertanggung jawab dan konsisten menghasilkan luaran klinis yang lebih baik," kata Caroline.
Penguatan ekosistem dan kapabilitas klinis tersebut telah menghasilkan berbagai capaian yang terukur dalam praktik robotik di Siloam.
"Berdasarkan evaluasi klinis internal Siloam, pemanfaatan bedah robotik menunjukkan manfaat yang terukur dalam aspek presisi, keselamatan, dan pemulihan pasien. Melalui Siloam Knee Arthroplasty Registry yang membandingkan operasi lutut robotik dan konvensional dari empat rumah sakit Siloam, kami menemukan tingkat keamanan yang setara, dengan 0% readmisi 30 hari dan 0% infeksi pada kedua kelompok," kata Chief Medical Officer Siloam International Hospitals dr Grace Frelita, MM.
"Namun, pasien yang menjalani prosedur robotik menunjukkan pemulihan lebih cepat dengan rata-rata lama rawat inap 4,5 hari dibandingkan 6,2 hari pada prosedur konvensional. Dari sisi presisi, hampir seluruh prosedur robotic yang dievaluasi mencapai target keseimbangan sendi lutut sesuai rencana operasi," sambung dr Grace.
dr Grace menjelaskan temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian internasional yang menunjukkan bahwa teknologi robotik mendukung tingkat presisi yang tinggi dalam operasi penggantian sendi lutut. Hasil evaluasi klinis tersebut juga tercermin dalam pengalaman pasien yang menjalani prosedur bedah robotik di Siloam Hospitals Kebon Jeruk.
Pasien Total Knee Replacement (TKR) dengan teknologi ROSA® Knee Robotic Surgery Sutinah Irsan mengungkapkan pengalamannya setelah menjalani prosedur tersebut.
"Pemulihannya lebih cepat dan tidak ada rasa sakit. Saya percaya Siloam Hospitals Kebon Jeruk karena sudah berstandard global," ujar Sutinah.
Foto: Siloam Hospital
Melalui Siloam Robotic Summit 2026, Siloam menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapabilitas klinis sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem bedah robotik di Indonesia melalui kolaborasi, pendidikan, penelitian, dan inovasi klinis.
Dengan mempertemukan para ahli dari berbagai disiplin dan negara, Siloam mendorong transfer pengetahuan serta adopsi praktik bedah presisi guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan bedah minimal invasif berstandar global, sehingga manfaat teknologi ini dapat dirasakan oleh lebih banyak pasien di seluruh Indonesia.
"Kemajuan bedah robotik bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi hasil klinis yang lebih baik, pemulihan yang lebih optimal, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien. Melalui kolaborasi dan pembelajaran yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan bedah berstandar global dan memperoleh manfaat dari inovasi ini di dalam negeri," pungkasnya.
(akn/ega)