SIG raih ESG Award 2026, intensitas emisi cakupan satu turun 21 persen
Jakarta (ANTARA) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI seiring upaya dekarbonisasi yang menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca cakupan satu (Scope 1) sebesar 21 persen dibandingkan tahun dasar 2010.
Sekretaris Perusahaan SIG Vita Mahreyni mengatakan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) antara lain dilakukan melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif, energi yang lebih bersih, serta pengembangan semen rendah karbon.
"Penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis," kata Vita dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat.
SIG memperoleh ESG Award 2026 pada sektor Capital Market kategori Listed Company.
Penghargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat kepada Pgs Group Head of Strategic Growth and ESG SIG Muhammad Taqiyuddin.
Sepanjang 2025, SIG mencatat pemanfaatan bahan bakar alternatif meningkat 24 persen menjadi 681 ribu ton.
Bahan bakar tersebut berasal antara lain dari limbah industri, biomassa, dan sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).
Menurut Vita, penggunaan bahan bakar alternatif tersebut setara dengan pengurangan konsumsi batu bara hingga 467 ribu ton serta mendorong tingkat substitusi energi panas atau thermal substitution rate (TSR) menjadi 9,77 persen.
Perusahaan juga memanfaatkan panel surya di sejumlah unit operasional serta teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengubah panas buang dari proses produksi menjadi energi listrik.
Berbagai upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan intensitas emisi gas rumah kaca cakupan satu (Scope 1) sebesar 21 persen dibandingkan tahun dasar 2010.
Sementara emisi cakupan dua (Scope 2) turun 15 persen dibandingkan tahun dasar 2019.
Cakupan satu merupakan emisi langsung dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan, sedangkan cakupan dua merupakan emisi tidak langsung dari energi yang dibeli atau diperoleh perusahaan, seperti listrik.
Di sisi produk, SIG mengembangkan semen hijau melalui penggunaan material dan proses produksi yang lebih rendah karbon.
Perusahaan menyebut sejumlah produk semen hijau tersebut memiliki emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional dengan tetap memenuhi standar kualitas sesuai peruntukannya.
Vita menjelaskan upaya dekarbonisasi dan penerapan ESG tersebut mengacu pada Sustainability Roadmap 2030 yang memuat strategi, indikator, serta target keberlanjutan perusahaan.
"Untuk memastikan penerapan ESG berjalan secara konsisten, SIG memiliki Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi acuan dalam menetapkan strategi, indikator, dan target keberlanjutan," ujar dia.
ESG Award by KEHATI merupakan penghargaan yang diinisiasi Yayasan KEHATI sejak 2023 untuk mendorong penerapan ESG dan pengembangan investasi berkelanjutan.
Pada 2026, penghargaan tersebut mencakup empat lingkup, yakni Capital Market, Impact Investment, Debt & Project Financing, serta Best Facilitator.
Selain penghargaan tersebut, perusahaan mencatat ESG Rating 2025 dari Sustainalytics dengan predikat Medium Risk dan skor 25. Perseroan juga memperoleh skor 49 pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) S&P dan S&P ESG Rating.
Menurut Vita, perusahaan akan melanjutkan upaya pencapaian target keberlanjutan dan pengembangan solusi bahan bangunan rendah karbon.
"Seluruh pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi SIG untuk terus mengakselerasi target-target keberlanjutan yang telah ditetapkan dalam Sustainability Roadmap 2030, sekaligus memperkuat kontribusi Perusahaan terhadap terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia," ucap Vita.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.