asiawebawards.com
  • 2026-07-26 08:45:00 +0000 UTC

    Jul 26, 2026

    Sidang Uskup se-Asia Berjalan Tanpa Insiden, Pengamanan Andalkan Deteksi Dini

    Bagikan:

    JAKARTA – Sidang Pleno XII Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) di Jakarta pada 20–26 Juli 2026 berlangsung tanpa gangguan keamanan. Tim pengamanan mengandalkan deteksi dini, koordinasi lintas instansi, dan pendekatan humanis agar seluruh agenda berjalan aman tanpa mengganggu kegiatan rohani.

    Pertemuan ini dihadiri lebih dari 120 kardinal dan uskup dari 22 konferensi waligereja serta yurisdiksi gerejawi di Asia. Sidang mengangkat tema “The Call to Synodal Conversion and the Mission to Be Bridges and Bridge-Builders in Asia.”

    Pengamanan dipimpin Brigjen TNI (Purn.) P. Gunung Sarasmoro dan Irjen Pol (Purn.) Herry Dahana. Keduanya berasal dari Ordinariatus Castrensis Indonesia atau Keuskupan Umat Katolik di lingkungan TNI-Polri.

    Gunung mengatakan pengamanan dirancang agar tetap memberi rasa aman tanpa menghadirkan aparat secara mencolok.

    “Ukuran keberhasilan bukan banyaknya personel yang terlihat, tetapi ketika peserta dapat berdoa, berdialog, dan mengikuti seluruh agenda dengan tenang. Keamanan harus hadir, tetapi tidak mengganggu,” katanya seperti dikutip dalam keterangan tertulis Minggu, 26 Juli.

    BACA JUGA:


    Menurut Gunung, sistem pengamanan bersifat adaptif dan menitikberatkan pencegahan. Petugas juga diminta menjaga sikap ramah agar suasana acara tetap hangat.

    Herry menambahkan, pengamanan kegiatan internasional tidak dapat dipisahkan dari pelayanan kepada tamu. Menurut Herry, petugas menjadi pihak pertama yang berhadapan dengan delegasi sejak tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

    “Pelayanan yang sopan, komunikasi yang baik, dan penghormatan terhadap keberagaman menjadi bagian dari tugas kami,” ujarnya.

    Ia mengatakan potensi gangguan tidak hanya berasal dari ancaman fisik, tetapi juga risiko yang berkembang di ruang digital. Karena itu, tim menyiapkan pertukaran informasi secara cepat, koordinasi lintas instansi, dan langkah antisipasi sebelum gangguan berkembang.

    Pengamanan diawali dengan pemetaan kerawanan, penyusunan mitigasi, serta rencana kontinjensi untuk seluruh agenda dan tamu VIP.

    Menurut Gunung, kelancaran sidang merupakan hasil kerja bersama TNI, Polri, pemerintah, pengelola kawasan bandara, panitia FABC, OCI, dan unsur pendukung lain.

    “Penghargaan terbesar bukan hanya karena tidak ada insiden, tetapi ketika para peserta pulang dengan kesan bahwa mereka merasa aman, dihormati, dan diterima sebagai saudara,” katanya.

    Add VOI as a Preferred Source

    Follow VOI news updates across Google.

    +

    2026-07-26 08:45:00 +0000 UTC