Kamis, 17 September 2026 - 14:06 WIB
Jakarta, VIVA – Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), membangun PGN Co Space di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur.
Baca Juga
Direktur Infrastruktur & Teknologi PGN, Hery Murahmanta mengatakan, fasilitas ini dirancang sebagai ruang kolaborasi mahasiswa, akademisi, dan industri, untuk mengembangkan ide, inovasi, serta talenta di bidang energi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, kehadiran PGN Co Space merupakan bagian dari upaya korporasi menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan generasi muda.
Baca Juga
“PGN Co Space kami harapkan menjadi ruang kolaborasi dan inovasi bagi mahasiswa, akademisi, dan industri, tempat bertemunya ide, pengetahuan, kreativitas, dan jejaring untuk menghasilkan gagasan serta manfaat nyata,” kata Hery dalam keterangannya, Kamis, 17 September 2026.
PGN.
Photo :
- Dokumentasi PGN.
Baca Juga
Menurut Hery, Unmul merupakan mitra strategis PGN dalam pengembangan talenta dan inovasi bidang energi di Kalimantan Timur.
Keberadaan ruang kolaborasi di lingkungan kampus diharapkan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi, bertukar gagasan, dan memperluas jejaring dengan dunia industri, sejalan dengan kebutuhan talenta yang memahami perkembangan teknologi dan dinamika sektor energi.
“Yang kami bangun bukan hanya ruang secara fisik. Kami ingin ruang ini nantinya hidup dengan aktivitas, kreativitas, dan kolaborasi. Semoga dari ruang ini lahir inovasi dan talenta-talenta unggul untuk masa depan Indonesia,” ujarnya.
Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Lambang Subagiyo menyampaikan, dengan jumlah mahasiswa di lokasi perkuliahan Fakultas Teknik mencapai sekitar 3.500 mahasiswa, PGN Co Space diharapkan dapat mendukung aktivitas mahasiswa secara lebih luas dengan target pemanfaatan sekitar 50–70 mahasiswa per hari.
Menurutnya, keterlibatan industri dalam lingkungan pendidikan dapat memperluas wawasan mahasiswa, mengenai perkembangan sektor energi sekaligus mendorong mereka untuk mempersiapkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kehadiran industri di tengah lingkungan kampus tentu memberikan semangat bagi mahasiswa untuk terus belajar, berinovasi, dan mempersiapkan diri menghadapi perkembangan dunia kerja," kata Lambang.
"Kolaborasi seperti ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara lebih dekat bagaimana perkembangan sektor energi dan kebutuhan kompetensi di dalamnya,” ujarnya.
Permintaan Kelapa Dunia Naik, Industri Pengolahan RI Mulai Tancap Gas
Permintaan produk olahan kelapa di pasar global meningkat. Kapasitas pengolahan kelapa di Indonesia ditargetkan menembus lebih dari 2 juta butir per hari mulai 2027.
VIVA.co.id
18 September 2026