Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap enam langkah Presiden Prabowo Subianto menuju kemandirian energi nasional dengan mengoptimalkan sumber daya energi dalam negeri.

"Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri," kata Teddy dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Seskab menyampaikan arahan Presiden bahwa kemandirian energi nasional harus dibangun dari kekuatan dan sumber daya yang dimiliki Indonesia sendiri.

Presiden Prabowo sebelumnya memimpin Sidang Dewan Energi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan anggota DEN di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut Teddy, sidang tersebut merupakan agenda rutin DEN yang dipimpin langsung Presiden Prabowo selaku Ketua DEN untuk membahas sejumlah langkah konkret dalam mempercepat kemandirian energi nasional.

Mengutip Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian DEN Bahlil Lahadalia, Teddy mengatakan langkah pertama ialah mempercepat pengembangan berbagai sumber energi dalam negeri, mulai dari kelapa sawit, jagung, singkong, tebu, batu bara, panas bumi hingga energi surya.

Langkah selanjutnya dilakukan melalui pengembangan B50 dan E50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah juga memperkuat energi terbarukan dengan mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun.

Kemudian juga melalui peningkatan produksi minyak nasional dengan mengoptimalkan ladang dan sumur minyak yang telah ada serta mempercepat kegiatan eksplorasi untuk meningkatkan produksi energi dari dalam negeri.

Selanjutnya, pemerintah membahas tindak lanjut rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sesuai kajian dan tahapan yang telah disiapkan sebagai bagian dari penguatan bauran energi nasional.

Pemerintah juga akan menyusun peta jalan energi yang lengkap dan terukur sebagai langkah berikutnya. Peta jalan tersebut mencakup target tahunan, kebutuhan investasi, jadwal pelaksanaan hingga pembagian tugas dalam implementasinya.

"Presiden menegaskan bahwa kemandirian energi bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan memberikan ruang yang lebih besar bagi Indonesia untuk menentukan arah pembangunannya di tengah dinamika geopolitik global," kata Teddy.

Baca juga: Rapat Paripurna DEN, Prabowo bahas stok BBM, E50, dan RUU Migas

Baca juga: Prabowo pimpin rapat paripurna Dewan Energi Nasional di Istana

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.